Harga Elpiji 12 Kg 'Meledak' di Kota Blitar pada April 2026, Tembus Segini
faridmukarrom April 20, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM | BLITAR - Harga elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 5 kilogram di Kota Blitar mengalami kenaikan cukup tinggi pada April 2026.

Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di tingkat pangkalan.

Di pangkalan, harga elpiji 12 kilogram yang sebelumnya Rp 200.000 kini naik menjadi Rp 235.000. Sementara itu, elpiji 5 kilogram yang semula Rp 100.000 kini dijual dengan harga Rp 117.000.

"Harga elpiji nonsubsidi naik mulai Sabtu (18/4/2026) lalu. Harganya naik tinggi," kata pemilik pangkalan elpiji di Jalan Dr Wahidin, Kota Blitar, Asih, Senin (20/4/2026).

Asih menjelaskan, sebelumnya ia menjual elpiji 12 kilogram seharga Rp 200.000. Namun kini harga tersebut naik menjadi Rp 235.000 per tabung.

Baca juga: Persebaya Hadapi Dua Laga Tandang Berat, Bernardo Tavares Akui Tantangan Tak Mudah

Untuk elpiji 5 kilogram, harga sebelumnya Rp 100.000 yang sudah termasuk ongkos kirim, kini naik menjadi Rp 117.000.

"Ini kenaikan tertinggi, biasanya ada kenaikan tidak segitu," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kenaikan harga terjadi, pasokan elpiji 12 kilogram sempat mengalami keterlambatan. Bahkan, stok di pangkalannya sempat kosong.

Biasanya, Asih mendapatkan pasokan sekitar 20 hingga 30 tabung elpiji 12 kilogram setiap minggu.

"Sekarang pasokan aman, kemarin stok sempat kosong. Ternyata harganya mau naik," katanya.

Sementara itu, harga elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan, tetap berada di angka Rp 18.000. Distribusinya juga berjalan normal tanpa kendala berarti.

"Untuk elpiji 3 kilogram kiriman lancar. Harganya juga tidak naik," ujarnya.

Menurut Asih, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada elpiji, tetapi juga pada sejumlah barang lain setelah Lebaran, terutama produk yang menggunakan kemasan plastik.

"Barang yang menggunakan kemasan plastik semua naik. Misalnya, harga air mineral rata-rata naik Rp 2.000-Rp 3.000 per karton," katanya.

Manajer PT Petro Jaya Gas, Rahadian Eka Priyanto, turut membenarkan adanya kenaikan harga elpiji nonsubsidi di tingkat agen.

Menurutnya, harga elpiji 12 kilogram di tingkat agen naik dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000. Sedangkan elpiji 5 kilogram naik dari Rp 98.000 menjadi Rp 107.000.

"Kalau pasokan elpiji nonsubsidi dari agen kami rata-rata 250 tabung per hari," katanya.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat elpiji nonsubsidi banyak digunakan oleh pelaku usaha dan rumah tangga tertentu. Pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi tetap lancar di tengah meningkatnya kebutuhan pasca Lebaran.

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.