Mambang Mit: Peredaran Narkoba di Riau Sudah Masif, dari Darat hingga Jalur Laut
Sesri April 20, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Di tengah dinamika pembangunan daerah dan berbagai persoalan sosial yang terus berkembang, kehadiran tokoh masyarakat menjadi sangat penting sebagai penyeimbang sekaligus penyambung aspirasi publik. 

Di Riau, salah satu wadah yang mewadahi peran tersebut adalah Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), sebuah lembaga independen yang lahir dari semangat reformasi.

FKPMR tidak hanya menjadi ruang diskusi para tokoh lintas bidang, tetapi juga berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, hingga politik kebangsaan. 

Dengan beranggotakan tokoh-tokoh berpengalaman seperti akademisi, mantan pejabat, hingga pemuka agama dan adat, forum ini memiliki posisi strategis dalam memberikan pandangan objektif terhadap berbagai isu di Riau.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Untuk menggali lebih dalam peran FKPMR serta pandangan terhadap persoalan tersebut,

berikut wawancara khusus Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru bersama Ketua FKPMR, Drs H. Mambang Mit.

1. Tanya:
Bisa diceritakan apa itu Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau?

Jawab:
Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau atau FKPMR adalah lembaga independen yang lahir pada masa reformasi tahun 1998. Forum ini dibentuk oleh para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi daerah. Hingga saat ini, beberapa tokoh pendiri masih ada, seperti Prof Mochtar Ahmad, Prof Tengku Dahrir, Prof Yusmar Yusuf, Azlaini Agus, dan Makmur Hendrik. Sejak awal, forum ini berdiri tanpa intervensi dan tanpa pendanaan dari pemerintah.

2. Tanya:
Bagaimana posisi FKPMR dalam struktur pemerintahan?

Jawab:
FKPMR tidak berada dalam struktur pemerintahan karena sifatnya independen. Kami berdiri sendiri, membangun kantor sendiri, dan menjalankan kegiatan tanpa ketergantungan pada anggaran pemerintah. Namun, kami tetap menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah.

3. Tanya:
Siapa saja yang tergabung dalam FKPMR?

Jawab:
Anggota FKPMR berasal dari berbagai latar belakang, seperti profesor, doktor, politisi, pemuka agama, tokoh adat, hingga mantan pejabat. Ini menjadikan forum ini sebagai wadah yang kaya akan pengalaman dan perspektif.

4. Tanya:
Apa fungsi utama dari FKPMR?

Jawab:
Fungsi utamanya adalah menyuarakan aspirasi masyarakat. Jika kebijakan pemerintah sudah baik, kami mendukung. Namun jika ada yang menyimpang, kami hadir sebagai penyeimbang yang mewakili suara masyarakat.

5. Tanya:
Apakah FKPMR terlibat dalam politik?

Jawab:
Kami tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, kami tetap bergerak dalam ranah politik kebangsaan, yakni menyampaikan pandangan demi kemaslahatan masyarakat Riau secara luas.

6. Tanya:
Bagaimana kepemimpinan FKPMR saat ini?

Jawab:
Saat ini saya dipercaya sebagai ketua antar waktu untuk periode 2025–2030, menggantikan almarhum Pak Haidir yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ini merupakan periode ketiga dalam sejarah forum ini.

7. Tanya:
Melihat kondisi Riau saat ini, isu apa yang paling menjadi perhatian?

Jawab:
Salah satu isu yang sangat serius adalah peredaran narkoba yang semakin meningkat. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi sudah menjadi ancaman bagi masyarakat luas.

8. Tanya:
Seberapa parah kondisi narkoba di Riau menurut Anda?

Jawab:
Kalau melihat perkembangannya, kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Upaya penanganan sudah lama dilakukan, tetapi peredaran dan penyalahgunaan masih terus tumbuh dan berkembang.

9. Tanya:
Mengapa masalah narkoba sulit diberantas?

Jawab:
Karena ini seperti lingkaran yang saling berkaitan antara produsen, pengedar, dan pemakai. Selama salah satu masih ada, maka rantai ini akan terus berjalan. Oleh karena itu, penanganannya harus komprehensif.

10. Tanya:
Apa yang dimaksud dengan penanganan komprehensif?

Jawab:
Penanganan harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Tidak bisa hanya satu pihak yang bekerja, karena masalah ini sangat kompleks.

11. Tanya:
Bagaimana peran keluarga dalam mencegah narkoba?

Jawab:
Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya. Pengawasan ini harus dilakukan secara konsisten agar anak tidak terjerumus.

12. Tanya:
Apakah lingkungan juga berpengaruh?

Jawab:
Sangat berpengaruh. Mulai dari lingkungan RT, RW, hingga kelurahan harus ikut terlibat. Pengawasan sosial menjadi salah satu kunci dalam pencegahan.

13. Tanya:
Apa peran lembaga seperti BNN dan kepolisian?

Jawab:
Mereka memiliki peran utama karena memiliki sistem, anggaran, dan aparatur. Penanganan secara teknis memang berada di tangan mereka, namun tetap harus didukung oleh masyarakat.

14. Tanya:
Apa dampak narkoba bagi masyarakat?

Jawab:
Dampaknya sangat luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Orang yang sudah terkena narkoba akan kehilangan fungsi sosialnya.

15. Tanya:
Mengapa Riau rawan menjadi jalur peredaran narkoba?

Jawab:
Karena letaknya yang strategis, berbatasan langsung dengan negara lain dan memiliki jalur laut yang luas. Ini menjadi celah yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.

16. Tanya:
Bagaimana modus peredaran narkoba melalui jalur laut?

Jawab:
Biasanya transaksi dilakukan di tengah laut. Kapal besar tidak langsung ke pelabuhan, tetapi barang dipindahkan ke perahu kecil di tengah laut, lalu dibawa ke daratan.

17. Tanya:
Apakah modus ini sudah lama terjadi?

Jawab:
Ya, pola seperti ini sudah terjadi sejak lama. Ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba memiliki sistem yang rapi dan terorganisir.

18. Tanya:
Apa yang harus dilakukan masyarakat jika menemukan indikasi tersebut?

Jawab:
Masyarakat harus segera melaporkan kepada aparat. Jangan bertindak sendiri karena bisa berisiko hukum dan membahayakan diri.

19. Tanya:
Mengapa tindakan sendiri oleh masyarakat tidak dianjurkan?

Jawab:
Karena bisa menimbulkan masalah baru, baik dari sisi hukum maupun keamanan. Penanganan harus dilakukan oleh pihak yang berwenang.

20. Tanya:
Apa harapan Anda ke depan terkait penanganan narkoba di Riau?

Jawab:
Harapannya semua pihak bisa bersinergi dan konsisten dalam penanganan. Regulasi kita sebenarnya sudah cukup kuat, tinggal bagaimana pelaksanaannya dilakukan dengan integritas dan keseriusan.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.