Sensasi Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir Palembang, Laris Manis hingga Cuan Rp1 Juta Sehari
Slamet Teguh April 22, 2026 04:46 PM

 

Laporan wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kuliner pempek tumpah di Pasar 16 Ilir masih menjadi primadona di kalangan pengunjung untuk mencicipi makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/4/2026).

Hiruk pikuk terasa ketika memasuki Pasar 16 Ilir Palembang dengan teriakan, “Pempek nyo kakak, ayuk, tante mampirlah,” yang menggema di telinga pengunjung sehingga menimbulkan rasa penasaran terhadap rasa dan konsep lesehan yang ditawarkan.

Pempek yang disajikan pun tidak main-main dalam jumlah banyak secara prasmanan di atas meja kayu yang dilapisi daun pisang, seolah-olah “ditumpahkan”, dan ini masih banyak peminatnya.

Dengan konsep lesehan, disediakan bangku kecil bagi pengunjung untuk duduk dan menikmati pempek yang hangat dan kenyal sebagai makanan khas Kota Palembang.

Mega, salah satu penjual pempek tumpah di Pasar 16 Ilir, mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak peminat pempek tumpah.

Tidak hanya warga lokal, namun juga dari luar Palembang yang turut menikmati cuko bersama berbagai macam pempek ini.

“Terkadang masih habis 1.000–2.000 buah pempek. Kalau weekend, alhamdulillah keuntungan bisa mencapai Rp1 juta per hari,” ujar Mega saat dijumpai di lokasi pada Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, yang paling banyak diminati oleh pembeli yakni pempek kerupuk (kriting), adaan, dan tahu.

“Semuanya masih di harga seribu rupiah untuk satu pempek,” ujarnya.

Pengunjung dapat mengambil sendiri pempek yang diinginkan, mulai dari pilihan pempek adaan, pempek tahu, lenjer, kriting, telok, hingga pempek kulit.

“Sekarang sudah banyak yang jualan, jadi ada tambahan gorengan seperti bakwan dan risol,” tutupnya.

Baca juga: Sosok Ayu Sulistiani, Perwakilan Sumsel Raih Top 3 Kostum Puteri Indonesia 2026 Tema Pempek Sepeda

Baca juga: Pempek Bunda Rara Raup Omzet Hingga Rp 20 Juta per Bulan dan Berdayakan Masyarakat

Sementara itu, salah satu pengunjung dari Jakarta, yakni Firman, mengungkapkan bahwa ia lama tinggal di Palembang, namun istrinya yang merupakan warga Jakarta ingin mencoba makanan khas Palembang ini dengan konsep lesehan.

“Pulang kampung, ada acara keluarga di Palembang, jadi ajak anak istri sekalian mencoba yang katanya pempek tumpah itu bagaimana rasanya,” ujar Firman.

Firman juga mengungkapkan bahwa istrinya ketagihan dengan pempek tumpah hingga mengambil berbagai jenis pempek sebanyak 10 kali.

“Banyak yang favoritnya, jadi kriting itu enak. Kata saya kan dicoba sama istri saya, makan satu langsung habis. Saya ajarin juga cara menghirup cukonya, tadi sampai dua kali nambah cuko,” ujarnya.

Menurutnya, pempek Palembang jika disajikan dengan baik dan tidak mentah di dalamnya akan terasa nikmat di lidah, baik bagi masyarakat lokal maupun dari luar daerah.

“Cukonya sudah nikmat banget, tapi itu tadi terkadang masih mentah di dalam. Istri sama anak saya yang tidak tahu jadi lahap saja, tapi masih nikmat kok. Semoga pedagangnya lebih hati-hati,” tutupnya.
 
 
 

 

ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.