Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Rombongan pertama jemaah calon haji dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji Lampung di Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (25/4/2026).
Mereka akan bertolak ke Tanah Suci keesokan harinya, Minggu (26/4/2026).
Sebanyak 445 jemaah asal Bandar Lampung yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 07 dijadwalkan menjadi rombongan perdana yang akan bertolak ke Arab Saudi.
Pantauan Tribun Lampung, Rabu (22/4/2026), kondisi Asrama Haji Lampung sebagai embarkasi antara Lampung mulai menunjukkan kesiapan untuk menyambut jemaah.
Sejumlah sarana dan prasarana vital telah terpasang rapi di area asrama.
Deretan kursi dan tenda tampak sudah tersusun rapi di area aula Asrama Haji.
Jalur khusus jemaah pun telah disterilisasi dengan pagar pembatas untuk memastikan kelancaran alur perpindahan jemaah.
Tak ketinggalan, mesin X-Ray sebagai standar keamanan penerbangan juga sudah terpasang di titik pemeriksaan.
Di area dalam aula, banner besar yang menampilkan sosok Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela tampak menghiasi dinding.
Banner tersebut bertuliskan ucapan selamat menunaikan ibadah haji kepada para tamu Allah yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Gubernur sendiri dijadwalkan bakal melepas langsung keberangkatan perdana jemaah pada Minggu (26/4/2026) mendatang.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra mengatakan, pihaknya telah siap sepenuhnya menyambut kedatangan jemaah.
"Kami sudah lakukan simulasi rigid bersama Angkasa Pura dan Dishub untuk menghitung waktu tempuh bus Damri dari Rajabasa ke Branti. Kami ingin memastikan tidak ada keterlambatan pada penerbangan internasional jemaah kita," kata Ansori.
Ia menjelaskan, saat jemaah tiba di Asrama, mereka akan mendapat penjelasan teknis, pemeriksaan kesehatan terakhir, hingga pemeriksaan X Ray.
"Untuk alur kedatangan kloter pertama (JKG 7) pada 25 April nanti, bus jemaah akan masuk melalui pintu Islamic Center. Jemaah kemudian diarahkan ke Gedung Madinatul Hujjaj untuk proses konsumsi dan pemeriksaan kesehatan akhir," jelasnya.
Ia pun mengatakan bahwa para jemaah juga bakal mendapat kartu nusuk (identitas haji) sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
"Sekarang kartu nusuk diberikan langsung di embarkasi (Asrama Haji), bukan lagi saat tiba di Arab Saudi," tutur Ansori.
Terkait aturan barang bawaan, Ansori juga memberikan peringatan khusus bagi jemaah yang merokok.
"Perlu diketahui, yang diizinkan itu hanya membawa maksimal 200 batang rokok (dua pres) dan wajib memiliki pita cukai resmi," tegasnya.
Setelah proses administrasi selesai, jemaah akan beristirahat di Gedung Multazam dan Grand Multazam yang menyediakan 100 kamar dengan kapasitas 4 orang per kamar, serta sebagian di Gedung Jabal Qubis.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)