TRIBUNNEWS.COM - Bayern Munchen kembali menegaskan dominasinya di Bundesliga musim 2025/2026. Kemenangan 4-2 atas Stuttgart di Allianz Arena pada Minggu (19/4) memastikan gelar liga ke-35 mereka.
Pencapaian Bayern Munchen saat juara kali ini terasa semakin spesial karena diraih dengan performa luar biasa sepanjang musim.
Sebenarnya, Bayern hanya membutuhkan hasil imbang di pekan ke-30 untuk mengunci gelar setelah Borussia Dortmund terpeleset sehari sebelumnya.
Namun, alih-alih bermain aman, tim asuhan Vincent Kompany justru tampil agresif dan bangkit dari ketertinggalan untuk memastikan kemenangan meyakinkan.
Ini menjadi gambaran jelas mentalitas Bayern musim ini, tidak sekadar menang, tetapi mendominasi.
Saat Bayern membuka musim dengan kemenangan telak 6-0 atas RB Leipzig, itu sudah menjadi sinyal peringatan bagi tim-tim lain di Bundesliga.
Dalam laga tersebut, Harry Kane mencetak hattrick, sementara Michael Olise dan Luis Díaz turut mencatatkan nama di papan skor.
Seiring berjalannya musim, trio lini depan Munchen, yakni Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Díaz berkembang menjadi salah satu lini depan paling menakutkan dalam sejarah Bundesliga.
Mereka membawa Bayern mencetak rekor 109 gol, dengan 59 gol di antaranya berasal dari ketiganya.
Baca juga: Edisi Monoton Klasemen Akhir Liga Jerman: Bayern Munchen 9 Kali Berkuasa di 10 Tahun Terakhir
Dalam sejarah Bundesliga, hanya dua tim yang sebelumnya mampu mencetak 100 gol dalam satu musim—Bayern pada 1971/72 dan 2019/20, dikutip BBC.
Tim asuhan Vincent Kompany berpeluang melampaui angka tersebut lebih jauh lantaran musim ini masih menyisakan empat laga.
Tiga dari empat laga tersisa, lawan yang dihadapi Bayern Munchen adalah im papan bawah seperti Wolfsburg dan Heidenheim.
Hal ini membuat peluang Die Roten untuk mencapai 120 gol di Bundesliga musim ini bukan suatu hal yang mustahil.
Tak hanya tajam di depan, Bayern juga solid di lini belakang dengan kini hanya kebobolan 29 gol.
Kombinasi pertahanan yang disiplin dan serangan yang produktif membuat mereka menjadi tim paling komplet di Jerman musim ini.
Jika mampu menyapu bersih sisa laga, Bayern bahkan berpeluang menyamai rekor poin tertinggi dalam satu musim Bundesliga, 91 poin seperti yang mereka catatkan pada 2013 ketika treble winners.
Bayern Munchen sendiri saat ini juga masih memiliki peluang untuk menorehkan gelar treble winners.
Mereka masih akan menghadapi Bayer Leverkusen di semifinal Piala Jerman dan Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions dalam bulan ini.
Jika berhasil meraih keduanya, mereka akan menorehkan sejarah besar sebagai tim yang pertama mencatatkan tiga kali treble.
Mereka membuat yang pertama pada 2012/2013 di era Jupp Heynckes, lalu kedua dilatih Hansi Flick pada 2019/2020.
Selain Munchen, hanya Barcelona yang pernah menorehkan dua kali treble winner (2009 & 2015).
Namun kini Barcelona sudah tersingkir di Liga Champions, juga di Copa del Rey, sehingga Munchen yang berpeluang jadi yang pertama menorehkan tiga kali.
Baca juga: Jadwal Semifinal Leg 1 dan 2 Liga Champions: Atletico vs Arsenal, PSG vs Bayern Munchen
Berbicara Bayern Munchen, performa gacor mereka tak bisa dilepaskan dengan andil sang striker Harry Kane.
Momen bersejarah tim raksasa Jerman ini akan terasa semakin lengkap dengan gol dari Harry Kane.
Penyerang Inggris yang kini berusia 32 tahun itu menjadi sosok paling menonjol musim ini.
Dua tahun lalu, ia sempat diragukan karena memilih pindah ke Jerman saat Bayern gagal meraih trofi untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
Kini, Kane justru membawa Bayern kembali ke puncak dengan gelar beruntun, sekaligus masuk kandidat kuat peraih Ballon d’Or.
Ia telah mencetak 32 gol dalam 27 laga Bundesliga musim ini, dan total 50 gol di semua kompetisi—terbanyak di antara pemain lima liga top Eropa.
Di Liga Champions, Kane juga tampil gemilang. Ia mencetak gol kandang dan tandang melawan Real Madrid di perempat final, membawa Bayern ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2024.
Ia juga menyamai rekor Frank Lampard sebagai pencetak gol terbanyak asal Inggris di fase gugur Liga Champions dengan 15 gol.
"Saya bisa mencetak 100 gol dalam satu musim, tapi jika tidak memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia, saya mungkin tidak akan memenangkan Ballon d’Or," ujar Kane.
Kane menyebut timnya telah berkembang pesat di bawah arahan Kompany.
"Kami sudah memahami ide pelatih dengan lebih baik. Tahun lalu adalah proses belajar, sekarang kami jauh lebih kuat," katanya.
Dengan performa yang konsisten dan mental juara yang kembali terlihat, Bayern Munchen kini tidak hanya merayakan gelar Bundesliga. Mereka sedang berada di jalur untuk menciptakan sejarah yang lebih besar.
(Tribunnews.com/Tio)