Guru Nagan Raya Hilda Rahmazani Raih Dua Juara Lomba Cerita Anak Dwibahasa Balai Bahasa Aceh
Subur Dani April 20, 2026 05:40 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  -  Prestasi membanggakan diraih oleh Hilda Rahmazani SPd Gr, Guru SMP Negeri 11 Darul Makmur, Nagan Raya.

Ia berhasil memenangi dua juara sekaligus pada Lomba Menulis Cerita Anak Dwibahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh.

Pengumuman ini dirilis melalui akun Instagram Balai Bahasa Provinsi Aceh pada Sabtu, 18 April 2026.
 
Dalam ajang tersebut, dua karya buku yang ditulis Hilda Rahmazani terpilih sebagai yang terbaik pada dua kategori secara sekaligus. 

Baca juga: Kepsek dan Guru Nagan Raya Raih Juara di Jambore GTK Hebat

Masing-masing, untuk jenjang A, Hilda menulis buku dengan judul “Misteri Siput Berlari” dan jenjang C dengan karya berjudul “Kilau Kasap Benang Emas”. 

Kedua buku tersebut ditulis dalam format dwibahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Aceh, sebagai upaya pelestarian bahasa lokal sekaligus penguatan literasi anak.

Hilda mengungkapkan rasa syukur atas prestasi tersebut. Ia menyatakan, menulis cerita anak dalam dua bahasa adalah pengalaman yang sangat berharga. 

Baca juga: Kadin Tinjau Progres Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie Jaya

"Saya ingin anak-anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga mencintai bahasa daerahnya sendiri sebagai bagian dari identitas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan lingkungan sekolah dan semangat untuk terus mengangkat kearifan lokal dalam karya sastra anak.

Baca juga: Marjoni Bantah Terlibat Rilis NasDem Aceh, Laporkan Pencatutan Nama ke Polisi

“Cerita-cerita ini saya rancang dengan memasukkan unsur Budaya Aceh agar anak-anak lebih dekat dengan nilai-nilai lokal sejak dini,” tambahnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan literasi, khususnya sastra anak berbasis budaya daerah. 

Baca juga: Muhammad Irsan Resmi Jabat Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh

Selain itu, kehadiran buku dwibahasa juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa Aceh di tengah arus globalisasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.