Kasus HIV di Bangka Tengah di Tahun 2025 Alami Peningkatan, 25 Orang Terdeteksi Positif HIV
Ajie Gusti Prabowo April 20, 2026 05:50 PM

KOBA, BABEL NEWS - Sebanyak 25 orang di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, terkonfirmasi positif penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama periode tahun 2025. Jumlah itu mengalami penambahan dari tahun sebelumnya, yang tercatat hanya terdapat 20 kasus di tahun 2024.

"Untuk kasus HIV di Kabupaten Bangka Tengah memang tahun 2025 ada kenaikan yang sebelumnya di tahun 2024 kasus kita hanya 20 orang, jadi 25 orang saat 2025," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah Zaitun, pada Kamis (16/4).

Diakui Zaitun, diketahui penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini didominasi akibat dari perilaku seks menyimpang. Menurutnya, beberapa kasus diketahui ditularkan melalui hubungan sesama jenis yang memang memiliki sejumlah risiko.

Namun menurutnya, proses penularan juga bisa melalui penggunaan jarum suntik tidak steril secara sembarangan. "Jadi faktor penyebab risiko penularan banyak. Kalau yang pastikan hubungan yang tidak sehat itu. Ada juga penularannya lewat transfusi atau jarum suntik. Tapi paling banyak akibat hubungan seksual yang tidak sehat tadi," tuturnya.

Zaitun mengakui, sebagai upaya pencegahan pihaknya terus memberikan edukasi serta meningkatkan jumlah skrining di tengah masyarakat. "Kalau pencegahan kita pastinya kan melakukan upaya skrining. Lewat skrining lebih awal, deteksi lebih, penanganan juga dapat lebih tepat," jelasnya.

Zaitun menyampaikan, penambahan jumlah kasus HIV ini tidak terlepas dari upaya pelaksanaan skrining yang lebih masif. "HIV ini termasuk penyakit menular selain TBC, yang menjadi fokus pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) pemerintah. Jadi lewat skrining yang lebih masif, kasus yang ditemukan bertambah," ujar Zaitun.

Ia menjelaskan, melalui skrining lebih awal diharapkan mampu menghasilkan penanganan yang lebih tepat kepada masing-masing penderita. Selain itu, deteksi awal itu turut mampu memutus potensi mata rantai penularan kepada individu-individu lainnya.

"Kalau deteksi ini sudah dilakukan tentu mereka bisa mendapatkan yang lebih tepat sejak awal. Kemudian, potensi penularan juga bisa diantisipasi," tuturnya.

Zaitun mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga pola hidup sehat untuk mengurangi potensi penularan penyakit. "Ini tentu terus kita sosialisasikan, agar masyarakat juga peduli. Kalau kita cegah bersama-sama, Insya Allah ini bisa ditekan," pungkasnya. (w4)

Bupati Minta Lakukan Pencegahan
JUMLAH kasus terkonfirmasi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Bangka Tengah yang terus mengalami tren peningkatan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman telah mengintruksikan OPD terkait untuk mengambil langkah antisipasi terkait hal tersebut. "Kalau trennya (kasus HIV, red) memang ada kenaikan saya lihat. Saya juga laporan dari Dinas Kesehatan, memang didominasi oleh beberapa sebab," ujar Algafry Rahman, Senin (20/4).

Menurut Algafry Rahman, langkah awal yang diambil yakni meningkatkan jumlah skrining sebagai usaha untuk memutus mata rantai penyebaran. Selain itu, ia juga memastikan jika perangkat daerah khususnya Dinas Kesehatan telah diintruksikan agar terus melakukan monitoring kepada mereka yang telah dinyatakan positif.

"Jadi kita juga memberikan semacam pemahaman kepada mereka untuk tetap memeriksa kesehatan mereka secara rutin," jelasnya.

Algafry Rahman juga meminta, jika privasi dari setiap penderita harus tetap diutamakan, agar tidak dikucilkan oleh lingkungan sekitar. "Maka kita juga selalu meminta Dinas Kesehatan tetap menjaga privasi orang yang terkonfirmasi positif ini," sebutnya. (w4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.