Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara saat ini mengalami kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) dan musala.
Baca juga: Fasilitas Sekolah di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara Rusak
Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Kutacane, Supian SPd MS, kepada TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026), mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya masih kekurangan dua unit RKB.
Selain itu, musala yang tersedia sudah tidak mampu lagi menampung seluruh siswa.
Menurutnya, pembangunan musala baru menjadi kebutuhan mendesak, mengingat 100 persen siswa di sekolah tersebut beragama Islam.
Selain itu, pagar sekolah sepanjang sekitar 50 meter juga belum memiliki tembok, sehingga diharapkan dapat segera dibangun demi meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.
Saat ini, jumlah siswa di SMKN 4 Kutacane mencapai 132 orang.
Supian juga menjelaskan, selama dua tahun terakhir pihak sekolah terpaksa meminjam bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tenggara untuk mengantar dan menjemput siswa dari Kecamatan Tanoh Alas.
Hal ini disebabkan jembatan Pantai Dona yang putus akibat banjir beberapa tahun lalu.
Akibat kondisi tersebut, bus harus melintas melalui Jembatan Lawe Silayakh Pedesi di Kecamatan Bambel, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
"Alhamdulillah, anak-anak sebelum jam 07.00 WIB sudah berkumpul dan dibawa ke sekolah tidak terlambat atau sebelum jam 08.00 WIB siswa itu sudah berada di SMKN 4 Kutacane," ungkapnya.
Supian berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan bantuan bus sekolah untuk mendukung kelancaran transportasi siswa SMKN 4 Kutacane.
"Kedepannya, kita berharap ada bantuan bus sekolah dari Pemerintah Aceh untuk SMKN 4 Kutacane," ujarnya.
Baca juga: 12 Toilet di SMAN 2 Kutacane Tak Berpintu dan Kursi Rusak, Kepsek: Kita Terus Membenahi Sekolah
Disisi lain, berdasarkan pantauan TribunGayo.com di lapangan, kondisi sekolah terlihat rapi dan bersih, mulai dari halaman, ruang belajar, laboratorium, hingga fasilitas MCK.
Selain itu, siswa tidak terlihat menggunakan handphone di lingkungan sekolah, dan para guru juga tidak menggunakan handphone saat proses belajar mengajar berlangsung.
Pengamat Kebijakan Publik Aceh sekaligus tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Dr Nasrul Zaman memberikan apresiasi kepada Kepsek SMKN 4 Kutacane atas pengelolaan sekolah yang dinilai baik.
Menurutnya, meskipun jumlah siswa tidak terlalu banyak, pihak sekolah mampu menjaga kebersihan dan menata fasilitas dengan baik, termasuk ruang belajar dan MCK.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan beberapa sekolah lain yang memiliki jumlah siswa lebih banyak, namun fasilitasnya kurang terawat, seperti MCK kotor, plafon rusak, serta pintu dan jendela yang tidak layak.
"Artinya, ada keraguan kita dalam pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang harus dipertanyakan dari tahun ke tahun kemana saja digunakan, apakah sudah transparansi," ujar Dr Nasrul Zaman.
Nasrul Zaman juga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthalamuddin SPd MSP, untuk menurunkan tim guna menelusuri penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah yang kondisi fisiknya tidak terawat.
"Saya minta Kadisdik Aceh untuk menurunkan tim menelusuri anggaran BOS terhadap sekolah-sekolah yang tidak terawat bangun fisik dan lainnya.
Ini penting agar penggunaan anggaran BOS benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan Juknis BOS," tegasnya. (*)
Baca juga: Jembatan ke SDN 2 Bintang Aceh Tengah Kembali Putus Diterjang Banjir, Pagar Sekolah juga Roboh