Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Keputusan ini diambil menyusul sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak konsisten dan cenderung menekan secara sepihak.
Media pemerintah Iran, IRNA melaporkan, Teheran menolak untuk mengirim delegasi ke putaran lanjutan pembicaraan dengan Amerika Serikat yang semula direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Penolakan ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk tuntutan yang dianggap berlebihan serta perubahan posisi yang terus-menerus dari pihak AS.
Iran juga menyoroti keberlanjutan blokade angkatan laut yang dilakukan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan yang tidak sejalan dengan semangat diplomasi.
"Tuntutan yang berlebihan, harapan yang tidak realistis, perubahan posisi yang terus-menerus, kontradiksi yang berulang, dan blokade angkatan laut yang terus berlanjut oleh Washington," pernyataan pemerintah Iran.
Ketegangan semakin meningkat setelah insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh militer AS di perairan tersebut.
Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah dicapai.
Situasi ini memperkuat sikap Teheran untuk tidak melanjutkan dialog sebelum ada perubahan nyata dari pihak Washington, khususnya terkait pencabutan blokade laut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Minggu (19/4/2026) bahwa sebuah kapal kargo Iran yang mencoba melewati blokade AS di dekat Selat Hormuz telah disita.
"Kami telah mengambil kendali penuh atas kapal tersebut dan sedang meninjau apa yang ada di dalamnya," tulis Trump di platform Truth Social.
Militer Iran mengatakan kapal itu sedang berlayar dari China ke Teluk Oman.
Pasukan AS menembaki kapal tersebut, melanggar perjanjian gencatan senjata dan melumpuhkan sistem navigasinya.
Juru bicara Komando Pusat Iran dari Khatam al-Anbiya menegaskan pihaknya akan segera memberikan respons.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan melakukan serangan balasan atas tindakan pembajakan bersenjata ini oleh militer AS ini,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.
Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026 dapat runtuh sebelum proses negosiasi dilanjutkan.
Amerika Serikat mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad untuk putaran pembicaraan selanjutnya yang bertujuan mengakhiri konflik di Iran.
Delegasi tersebut akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, bersama dengan utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.
Langkah ini diambil setelah Iran memberlakukan kembali pembatasan ketat terhadap pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, membatalkan kesepakatan yang dicapai sebelumnya karena kegagalan AS untuk mencabut blokade angkatan laut.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak akan memberikan konsesi dalam perundingan diplomatic.
"Tidak akan ada konsesi di bidang diplomatik," katanya, sambil mengakui bahwa kesenjangan antara kedua belah pihak masih sangat besar.
Di sisi lain, upaya diplomasi tetap dilakukan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi guna mendorong dialog sebagai jalan penyelesaian konflik.
"Perlunya melanjutkan dialog dan kerja sama sebagai sarana penting untuk menyelesaikan masalah saat ini sesegera mungkin guna mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan dan di seluruh dunia,” katanya.
Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa pembicaraan di Islamabad, yang berlangsung sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir pada Rabu (22/4/2026), adalah "kesempatan terakhir" bagi Iran untuk mencapai kesepakatan perdamaian.
Ia juga menegaskan kembali kemungkinan AS menyerang infrastruktur Iran jika tidak tercapai kesepakatan.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM