TRIBUNJAMBI.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah insiden penyerangan kapal dagang Iran di kawasan Teluk Oman.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, saat kapal kontainer Iran bernama Tousak yang berlayar dari Tiongkok menuju pelabuhan Bandar Abbas dilaporkan diserang oleh pasukan militer AS.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbia Iran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “pembajakan” dan menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan balasan.
Menurut keterangan resmi Iran, kapal Tousak ditembaki hingga mengalami kerusakan pada sistem navigasi. Selain itu, pasukan marinir AS juga disebut sempat diturunkan ke atas kapal.
Sementara itu, pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim tindakan tersebut dilakukan karena kapal tidak mengindahkan peringatan selama enam jam untuk mengosongkan ruang mesin.
Presiden AS bahkan menyebut bahwa Angkatan Laut menghentikan kapal tersebut dengan cara meledakkan bagian ruang mesin.
Baca juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Ada 35.476 Lowongan Kerja Manajer
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Sebagai respons atas insiden tersebut, Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone ke beberapa kapal militer AS yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Teheran menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk balasan atas tindakan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
“Iran tidak akan tinggal diam terhadap setiap bentuk serangan terhadap kapal dagangnya,” demikian pernyataan resmi pihak Iran.
Ketegangan di Jalur Strategis Dunia
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu bagi sekitar seperlima distribusi minyak dunia.
Sebelumnya, Amerika Serikat disebut mengancam akan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.
Namun, Teheran menegaskan bahwa mereka masih menguasai penuh jalur tersebut dan siap mempertahankan kepentingannya.
Situasi Kian Memanas
Peristiwa ini semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Teluk Persia yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik panas dunia.
Pengamat menilai, eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memicu gangguan terhadap stabilitas energi global, mengingat pentingnya jalur distribusi minyak di kawasan tersebut.
Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ketegangan kedua negara diperkirakan masih akan terus meningkat dalam waktu dekat.