Guest Lecture Internasional UIN Saizu Kupas Teknik Wawancara Jurnalistik Global
abduh imanulhaq April 20, 2026 07:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berstandar internasional melalui kegiatan guest lecture pada mata kuliah English for Journalism.

Kegiatan ini mengusung tema “Mastering Interview” dan diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa semester 6 pada Jumat, 17 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan akademik ini menghadirkan narasumber internasional, Ana Mae Monteza, yang merupakan akademisi dari University of Mindanao (UM) Digos College, Filipina.

Kehadiran pemateri dari luar negeri ini menjadi bagian dari upaya prodi dalam memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman internasional.

Dalam pemaparannya, Ana Mae Monteza menekankan bahwa wawancara merupakan salah satu keterampilan inti dalam dunia jurnalistik yang tidak bisa dipisahkan dari kemampuan komunikasi efektif. 

Ana menjelaskan bahwa seorang pewawancara tidak hanya bertugas mengajukan pertanyaan, tetapi juga harus mampu menggali informasi secara mendalam, membangun kepercayaan dengan narasumber, serta menjaga akurasi dan objektivitas data.

Menurutnya, terdapat beberapa tahapan penting dalam proses wawancara yang harus dikuasai mahasiswa, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pada tahap persiapan, mahasiswa perlu melakukan riset mendalam terkait topik dan profil narasumber. 

Sementara itu, pada tahap pelaksanaan, pewawancara harus mampu mengelola alur percakapan secara fleksibel namun tetap terarah.

“Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang mampu membuka ruang eksplorasi, bukan sekadar mendapatkan jawaban singkat,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening) menjadi kunci penting dalam proses wawancara yang efektif, terutama dalam konteks jurnalistik internasional yang menuntut sensitivitas budaya dan bahasa.

Sementara itu, Ketua Program Studi TBI FTIK UIN Saizu Purwokerto, Desi Wijayanti Ma'rufah menegaskan bahwa penguasaan keterampilan wawancara sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. 

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan komunikasi secara profesional dalam berbagai konteks, baik akademik maupun non-akademik.

“Kemampuan wawancara menjadi bekal penting, tidak hanya bagi calon jurnalis, tetapi juga bagi profesi lain yang membutuhkan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan berpikir kritis,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di lingkungan kampus.

Kegiatan guest lecture ini dipandu oleh moderator Afrian Restu Utama, yang berhasil menghidupkan suasana diskusi menjadi interaktif dan dinamis.

Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pasif, tetapi juga aktif terlibat dalam sesi tanya jawab dan praktik wawancara sederhana.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari teknik menyusun pertanyaan investigatif hingga strategi menghadapi narasumber yang sulit diwawancarai. 

Beberapa mahasiswa juga berkesempatan melakukan simulasi wawancara secara langsung, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara aplikatif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di forum internasional.

Melalui kegiatan ini, Program Studi TBI FTIK UIN Saizu Purwokerto berharap mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi jurnalistik berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan global mereka.

Selain itu, guest lecture ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan menghadirkan narasumber internasional, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh perspektif baru serta memahami praktik terbaik (best practices) dalam dunia jurnalistik global.

Ke depan, prodi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.