TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Irwan Sabri meresmikan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun 2 di Jalan Lingkar Pulau Nunukan, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (20/4/2026).
Kegiatan peresmian sekaligus pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) perdana ini dilaksanakan oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, DPRD, hingga tokoh masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Nunukan Irwan Sabri, Wakil Wali Kota Tarakan sekaligus Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya Ibnu Saud, Kepala BGN Kalimantan Utara Aji Sunjaya, serta unsur Forkopimda Kabupaten Nunukan.
Selain itu, turut hadir Dandim 0911/NNK Letkol Inf Tony Prasetyo, Danlanal Nunukan Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas hingga jajaran DPRD dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Dapur SPPG Polres Tarakan Targetkan Layani 2.000 Penerima Manfaat MBG, Sekolah dan Posyandu
Untuk dapur MBG Selisun 2 menyasar anak-anak dari tiga PAUD yakni PAUD Aisyiyah, PAUD Al-Farizi, PAUD Anggrek SKB, serta siswa SMAN 1 Nunukan Selatan.
Dengan beroperasinya fasilitas ini, total dapur MBG yang telah aktif di Kabupaten Nunukan kini mencapai 13 unit dengan cakupan 27.931 penerima manfaat.
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, menegaskan program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat kurang mampu.
“Program ini difokuskan untuk menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian di Indonesia, agar pertumbuhan anak lebih optimal. Dengan asupan makanan bergizi, diharapkan siswa lebih fokus dalam belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah,” ujarnya.
Menurutnya program MBG ini juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan segar.
Baca juga: Dapur SPPG untuk Makan Bergizi Gratis Mulai Dibangun di Tana Tidung, Wilayah 3T Jadi Perhatian
“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal dalam operasional dapur MBG untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Prioritas kita adalah bahan pangan lokal. Tidak boleh mengandalkan makanan kalengan. Ini sekaligus menggerakkan ekonomi petani, nelayan, dan UMKM,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menyebut program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas generasi muda.
“Program ini berdampak luas, tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan.
“Standar kebersihan dapur, makanan, dan lingkungan harus dijaga. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” tegasnya.
Bupati juga mendorong agar pelaksana program mempercepat distribusi layanan, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Program MBG Selisun 2 diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas serta menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Ketua SPPG Selisun 2, Indra Zuhal Nur Rizal Eris, S.E., menyebut pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas layanan hingga 3.000 porsi ke depan.
Rinciannya meliputi 2.500 porsi untuk anak sekolah dan 500 porsi untuk balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Sementara itu, pihak yayasan menegaskan bahwa program ini juga mendorong penggunaan bahan pangan lokal agar ekonomi masyarakat ikut bergerak, khususnya petani, nelayan, dan UMKM.
Program MBG di Nunukan diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
(*)
Penulis: Fatimah Majid