TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kasus dugaan penggelapan dana yang menimpa selebgram Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji kini memasuki tahap lanjutan.
Perempuan berusia 23 tahun itu menegaskan tidak memiliki niat untuk berdamai dengan mantan adminnya yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Ia memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum hingga tuntas.
Saat ditemui di Polres Jakarta Selatan pada Senin 20 April 2026, Fuji mengungkapkan keraguannya terkait kemungkinan pelaku mengembalikan uang yang diduga telah digelapkan.
Menurutnya, jumlah kerugian yang mencapai miliaran rupiah membuat hal tersebut terasa tidak realistis.
Fuji juga menyindir bahwa sejauh ini pelaku hanya menyampaikan permintaan maaf tanpa adanya tindakan nyata.
• Disebut Pelit untuk Keluarga, Fuji Geram hingga Tunjukkan Bukti Transfer
Bahkan, permintaan maaf tersebut dinilainya tidak menunjukkan keseriusan karena hanya disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp, bukan secara langsung.
Lebih lanjut, adik dari almarhumah Vanessa Angel ini menegaskan bahwa fokusnya kini bukan lagi sekadar pada pengembalian uang.
Ia menginginkan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum agar memberikan efek jera.
Dengan tegas, Fuji menyatakan bahwa dirinya tidak akan menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. Ia merasa langkah tersebut penting sebagai bentuk keadilan atas apa yang telah dialaminya.
Kasus ini diakui Fuji membawa dampak besar secara emosional. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengalami stres karena uang yang diperoleh dari kerja keras justru diduga disalahgunakan oleh orang yang dipercayainya.
Meski demikian, Fuji menegaskan bahwa dirinya mampu bangkit dan kembali menghasilkan uang sendiri.
Namun, ia tetap berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Sebagai informasi, laporan terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana ini telah diajukan Fuji sejak Mei 2025.
Berdasarkan dugaan yang beredar, pelaku menjalankan modus “gali lubang tutup lubang” selama kurang lebih dua tahun dengan cara memanipulasi bukti transfer agar terlihat seolah-olah pembayaran telah dilakukan.
Selain itu, nominal transaksi yang masuk juga disebut tidak sesuai dengan tarif kerja sama atau rate card milik Fuji, yang kemudian memicu kecurigaan hingga akhirnya kasus ini terungkap.
Akibat kejadian tersebut, Fuji diperkirakan mengalami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!