Penyakit Menular Campak Terus Muncul di Indonesia? Ini Penjelasan Menkes
Willem Jonata April 20, 2026 08:37 PM

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyebab penyakit menular seperti campak terus muncul di Indonesia.

Hal ini disampaikan Budi saat rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (20/4).

1. Penyakit dengan Daya Tular Tinggi

Penyakit campak bukanlah penyakit baru. Penyakit lama ini sering muncul lantaran  karakter virus yang terus berkembang.

Campak memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Reproduction rate-nya bisa mencapai 15 hingga 18.

"Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus  ke 15-18 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Campak ini salah satu penyakit paling mudah menyebar di dunia," ungkap dia.

2. Cakupan Vaksinasi Belum Optimal

Budi menuturkan, campak merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksin campak sudah tersedia dan terbukti efektif.

Sayangnya, cakupan vaksinasi campak di Tanah Air rendah.

Baca juga: Penyakit Campak dan Polio Bangkit Lagi, IDAI Singgung Cakupan Imunisasi

"Saat ada outbreak atau wabah, berarti cakupan vaksinasinya rendah," ujar BGS.

Hal ini dikarenakan gangguan layanan saat pandemi covid-19 dan keraguan masyarakat terhadap vaksin.

Saat pandemi lalu fokus pemerintah adalah mengencarkan vaksinasi Covid-19, sehingga imunisasi rutin, termasuk campak terlewatkan.

Ia juga menyoroti keraguan orangtua untuk membawa buah hati vaksinasi campak diantaranya karena terkait isu kehalalan vaksin.

"Ini yang mempengaruhi keputusan orangtua ada isu halal dan haram vaskin. Sehingga mereka ragu," ujar dia.

Padahal bahan yang sama dalam vaksin campak juga digunakan dalam vaksin lain seperti meningitis, dimana vaksin tersebut wajib bagi jemaah haji dan umrah.

3. Mobilitas yang Tinggi

Campak seperti memiliki pola musiman. Kasus biasanya meningkat di awal tahun. Bukan karena cuaca melainkan karena mobilitas.

Di banyak negara, awal tahun adalah periode anak-anak kembali ke sekolah.

Interaksi di lingkungan sekolah mempercepat penularan. Sementara di negara dengan musim dingin, kondisi ini karena orang lebih sering berkumpul di dalam ruangan.

Gelar Imunisasi Massal

Pemerintah menggelar program ORI (Outbreak Response Immunization).

Program ini menargetkan daerah dengan kasus tinggi dengan cara memberikan vaksin kepada seluruh anak, tanpa memandang status vaksinasi sebelumnya.

"Langsung kami sapu bersih semua dan efektif sama seperti kasus penyakit polio yang lalu," ungkap mantan dirut Bank Mandiri ini.

Selain anak-anak, pemerintah juga mulai memberikan vaksin campak kepada tenaga kesehatan. Langkah ini diambil setelah adanya kasus tenaga medis yang terinfeksi dan meninggal, karena keterlambatan penanganan.

"Kami juga memberikan vaksin campak kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan. Saat ini, proses vaksinasi  sedang dilakukan bertahap," ungkap dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.