Gempa dan Tsunami Terjadi di Jepang, Kemlu RI Belum Terima Laporan WNI Terdampak 
Adi Suhendi April 20, 2026 08:37 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo menyampaikan belum ada laporan terkait warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa magnitudo 7,5 serta tsunami di Jepang.

Gempa kuat yang terjadi pukul 16.52 waktu setempat pada Senin (20/4/2026) di Pesisir Sanriku dengan kedalaman 10 kilometer tersebut memicu tsunami.

"Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, Senin. 

Saat ini KBRI tengah menjalin komunikasi lebih lanjut dengan simpul-simpul masyarakat khususnya di Prefecture Aomori dan Iwate. 

WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido telah diminta memonitor peringatan tsunami.

Para WNI juga diminta mematuhi imbauan dari pemerintah setempat.

Baca juga: Gempa M7,5 Jepang Picu Tsunami 80 Sentimeter, Evakuasi Massal di Hokkaido-Tohoku, Shinkansen Lumpuh

"WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate dan Hokkaido diminta untuk terus memonitor dari dekat Tsunami Warning dan melakukan upaya-upaya sesuai dengan imbauan dari Pemerintah Setempat," terangnya.

Jika mendapati keadaan darurat, para WNI diharap segera menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.

Peringatan Dini Tsunami

Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan dini tsunami lokal untuk bagian tengah pantai Pasifik Hokkaido, pantai Pasifik Prefektur Aomori, serta Prefektur Iwate dengan status 'Awas', wilayah bagian timur dan barat pantai Pasifik Hokkaido, pantai Laut Jepang di Prefektur Aomori, serta Prefektur Miyagi dan Prefektur Fukushima dengan status 'Siaga'.

Tsunami tersebut muncul setelah gempa bumi dengan magnitudo awal 7,4 melanda lepas pantai timur laut Jepang pada Senin(20/4/2026) sore.

Baca juga: Gempa 7,4 guncang Jepang, peringatan Tsunami di pantai Timur Laut

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) gempa tersebut terjadi pukul 16.53 Waktu setempat di perairan Pasifik di lepas pantai utara prefektur Iwate dan getarannya cukup kuat untuk mengguncang bangunan besar hingga sejauh ratusan kilometer.

Dikutip dari NHK gelombang tsunami diprediksi bakal muncul setinggi tiga meter di pesisir Pasifik Tengah, Hokkaido.

Tidak hanya itu gelombang tsunami diperkirakan juga terjadi di Pesisir Pasifik, Aomori.

Gelombang tsunami mencapai tiga meter diprediksi terjadi di Prefektur Iwate.

Kantor perdana menteri mengatakan telah membentuk tim manajemen krisis.

“Bagi Anda yang tinggal di daerah yang telah diberi peringatan, mohon evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman seperti dataran tinggi,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang berupaya memastikan apakah ada korban jiwa atau kerusakan properti.

Dikutip dari Japan Times hingga pukul 18.45 waktu Jepang atau pukul 16.45 waktu Jakarta sejumlah wilayah di Jepang telah dilanda tsunami gelombang pertama.

  • Di Pelabuhan Hachinohe, Aomori, tercatat tsunami setinggi 30 cm.
  • Sementara kota Erimo di Hokkaido mengalami tsunami setinggi 20 cm.
  • Di Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate, tsunami setinggi 80 sentimeter teramati.
  • Sementara Pelabuhan Miyako, juga di Iwate, mengalami tsunami setinggi 40 cm

Gelombang tsunami yang lebih besar diperkirakan akan datang.

Gelombang tsunami juga diperkirakan akan mencapai lokasi lain di sepanjang garis pantai Jepang. 

Ribuan penduduk di sepanjang daerah pesisir diperintahkan untuk mengungsi.

Video langsung dari pelabuhan di Kuji menunjukkan kapal-kapal bergoyang akibat  gelombang tsunami kecil tahap awal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.