Stafsus Mentan Sentil Pihak yang Ragukan Data Produksi Beras Nasional: Kalau Nggak Tahu, Nanya!
Choirul Arifin April 20, 2026 08:37 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, memberikan respons bagi pihak-pihak yang meragukan data peningkatan produksi beras nasional.

Sam bilang, klaim surplus pangan Indonesia saat ini nyata dan didukung oleh validasi data internasional, sehingga kritik yang hanya berdasar pada penyusutan luas lahan baku sawah dianggap tidak relevan.

Sam meminta pengamat atau masyarakat untuk memahami metodologi perhitungan sebelum melayangkan kritik terhadap data pemerintah.

"Jadi Bapak dan Ibu sekalian, kalau kita punya sawah 7,3 juta hektar, itu bukan berarti kita akan panen sejumlah itu juga. Karena kita setahun bisa tiga kali tanam," ujar Sam Herodian dalam konferensi pers di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, produktivitas tidak hanya bergantung pada luas fisik lahan, tetapi juga pada Indeks Pertanaman (IP) atau frekuensi tanam dalam satu tahun di lahan yang sama.

Sam menyayangkan adanya polemik yang menyebut produksi tidak mungkin bertambah jika luas lahan berkurang tanpa melihat faktor teknis pertanian tersebut.

"Nah, ini yang coba saya sampaikan. Nah, kalau kita lihat peningkatannya ada 12,69 persen dibandingkan periode 2024. Nah, produksinya juga demikian," tuturnya.

Sam mengingatkan pentingnya konfirmasi data kepada instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik.

Baca juga: RI Harus Ekspor Beras, Stok 5 Juta Ton Rusak Kalau Terus Disimpan di Gudang 

"Ini luas tanam kita adalah 11,32 juta ton. Jadi kalau orang hanya melihat 'Gimana, sawah kita kan cuma segitu, mana bisa nambah?', ya harus belajar dulu, makanya tadi saya bilang kalau nggak tahu, nanya, gitu. Apa susahnya sih gitu," tegas Sam.

Sam memaparkan, data surplus ini bukan klaim sepihak dari Kementerian Pertanian (Kementan). Lembaga internasional pun merilis angka yang serupa dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bukan hanya dari kami, USDA juga mengatakan begitu kira-kira beda 0, sekian juta ton, FAO juga mengatakan hal yang sama. Bahkan Amerika bilang nih, di bulan April mereka sudah keluarkan data bahwa Indonesia akan surplus sekitar 3,7 juta ton," jelasnya.

Baca juga: Sidak Gudang Bulog Danurejo Bersama Presiden Prabowo, Wamentan Pastikan Stok Beras Aman

Saat ini, stok beras nasional di gudang diprediksi akan menembus angka 5 juta ton pada Kamis mendatang. Hal ini membuat pemerintah mulai fokus mengalihkan orientasi dari swasembada menuju ekspor.

"Nah, ini kan bukan data main-main dan itu kita buktikan dengan data yang BPS. Kalau sekarang bukan masalah kekurangan bahan, ya justru kita kesulitan bagaimana menyimpan, makanya sekarang kita cari pasar keluar," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.