Rehabilitasi 102 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Padang Dikebut, Total Anggaran Sebesar Rp1,37 M
Rezi Azwar April 20, 2026 09:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Rehabilitasi lahan persawahan terdampak banjir di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus dikebut agar segera kembali produktif dan dapat dimanfaatkan petani.

Program bantuan dari pemerintah pusat yang diterima sekitar sepekan lalu itu kini mulai dikerjakan dengan melibatkan masyarakat setempat melalui gotong royong serta dukungan alat berat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan percepatan rehabilitasi menjadi hal penting mengingat kondisi petani yang terdampak cukup berat pascabencana.

“Kita dorong agar pengerjaan ini segera selesai, sehingga lahan bisa kembali subur, baik melalui pengolahan tanah maupun perbaikan irigasi dan langkah lainnya agar hasilnya maksimal,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Terkendala Luas Medan, Hari Ketiga Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Masih Nihil

Menurutnya, sebagian lahan persawahan saat ini masih tertimbun material banjir, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kondisi tersebut membuat petani kesulitan beraktivitas dan harus mencari alternatif penghidupan selama beberapa bulan terakhir.

“Kita minta dinas terkait dan camat benar-benar memperhatikan kondisi petani. Percepatan rehabilitasi ini sangat penting untuk membantu mereka bangkit,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulian, menyebutkan rehabilitasi ini menyasar lima kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 102 hektare.

“Total anggaran untuk program ini sebesar Rp1.377.000.000 dan nantinya akan dibagi ke lima kelompok tani,” jelasnya.

"Nantinya dana tersebut akan diberikan atau ditransfer ke rekening kelompok tani, dan dimanfaatkan atau dikelola khusus untuk rehabilitasi lahan," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.