BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan kesiapan penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.
Pada tahun ini, ULM menyiapkan kapasitas kursi sebanyak 12.900 peserta, dengan jumlah peserta UTBK yang akan mengikuti ujian di ULM mencapai 11.358 orang.
Sementara itu, total pendaftar SNBT yang memilih ULM tercatat sebanyak 11.909 orang, termasuk 2.894 pendaftar dari jalur KIP-Kuliah.
Pelaksanaan UTBK-SNBT di ULM akan berlangsung pada 21 hingga 29 April 2026, terbagi dalam dua sesi setiap harinya, yaitu sesi pagi dimulai pukul 07.45 Wita dan sesi siang dimulai pukul 13.30 Wita.
Guna menghindari keterlambatan, para peserta diimbau untuk melakukan survei lokasi secara mandiri, sebelum hari pelaksanaan.
Selain itu, para peserta juga diimbau untuk datang lebih awal ke lokasi ujian sebelum tes berlangsung.
"Minimal datang 30 menit sebelum memasuki waktu tes," kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Iwan Aflanie, Senin (20/4/2026).
Untuk mendukung kelancaran ujian, ULM menyiapkan 24 laboratorium komputer yang tersebar di 9 lokasi dengan total 645 unit komputer.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Warga Kalsel Mulai Beralih dari Turbo ke Pertamax, dari Dex ke Solar
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Siswi SMKN di Simpang Empat Banjar Dikabarkan Ditangkap, Korban Dikenal Anak Rajin
Lokasi tersebut meliputi berbagai fasilitas kampus, seperti General Building, Gedung LPMPP, Pascasarjana, hingga fakultas-fakultas di lingkungan ULM.
Selain kesiapan infrastruktur, ULM juga memastikan prinsip inklusivitas dalam pelaksanaan ujian.
Sebab terdapat lima peserta disabilitas yang akan mengikuti UTBK di ULM, terdiri dari peserta tunadaksa, tunarungu, dan tunawicara, yang akan difasilitasi sesuai kebutuhan.
Peserta juga diminta memperhatikan rambu-rambu arah masuk yang telah ditetapkan dalam denah resmi, demi kelancaran arus lalu lintas di dalam lingkungan kampus.
"Peserta hendaknya selalu mendengarkan arahan dari panitia yang bertugas," jelas Iwan.
Penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026 ini diharapkan berjalan kondusif, dengan pengawasan ketat sesuai standar protokol seleksi nasional yang ditetapkan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3).
Antisipasi Praktik Perjokian
ULM memperketat pengawasan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 dengan melibatkan aparat negara dan membatasi perangkat yang boleh dibawa peserta ke ruang ujian.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi praktik perjokian dalam seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB).
Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri menegaskan, isu perjokian menjadi perhatian serius, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Praktik perjokian tentu saja menjadi salah satu atensi dari panitia pusat hingga panitia lokal. Karena itu, panitia melakukan langkah antisipasi melalui penerapan sistem pengawasan yang ketat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, peserta tidak diperkenankan membawa perangkat elektronik tertentu ke dalam ruang ujian.
Pengawasan juga diperkuat dengan keterlibatan aparat negara untuk memastikan proses seleksi berjalan aman dan kredibel.
“Kerja sama pengawasan selalu melibatkan aparat negara sehingga proses seleksi diharapkan berjalan lancar dan aman. Alhamdulillah selama ini tiap tahun sudah berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Penguatan pengawasan ini dilakukan seiring dengan besarnya skala pelaksanaan UTBK di ULM tahun ini. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi/muhammad syaiful riki)