Bupati Sigi Perbarui Data Warga Miskin, Siapkan Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
Regina Goldie April 21, 2026 08:24 AM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan pemerintah daerah tengah melakukan pembaruan data masyarakat guna memastikan program Sekolah Rakyat tepat sasaran.

Langkah tersebut dilakukan menyusul arahan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, terkait pentingnya akurasi data penerima manfaat.

Rizal menjelaskan, saat ini tim gabungan telah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi data secara langsung.

“Data-data yang ada sementara ini sedang kami lakukan verifikasi melalui musyawarah desa agar lebih akurat,” ungkapnya, guna memastikan validitas data penerima manfaat program.

Ia menyebutkan, proses pendataan baru dilakukan di lima kecamatan sebagai tahap awal.

Tim tersebut terdiri dari berbagai unsur, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, Dukcapil, hingga PKK.

Baca juga: Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Sigi, Target Mulai Tahun Ini

“Baru lima kecamatan yang kami turunkan tim, terdiri dari BPS, Sosial, Dukcapil, dan PKK,” jelasnya, sebagai langkah kolaboratif lintas sektor dalam pemutakhiran data.

Dalam proses tersebut, ditemukan ribuan data warga yang sudah tidak valid.

“Sudah kami temukan sekitar 3.200 data yang sudah meninggal lebih dari lima tahun lalu dan harus dihapus,” katanya, yang menunjukkan pentingnya pembaruan data kependudukan secara berkala.

Ia menambahkan, penghapusan data harus melalui sistem administrasi kependudukan agar Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat dinonaktifkan.

Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk menentukan sasaran siswa Sekolah Rakyat, khususnya pada kelompok desil 1 dan desil 2.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan keluarga penerima manfaat agar program tidak hanya berhenti pada pendidikan anak.

Baca juga: Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Status Tersangka 9 Warga Loli Oge Donggala Tidak Sah

“Berdasarkan penjelasan Pak Menteri, anaknya sekolah, orang tuanya juga diberdayakan,” ujarnya, sebagai pendekatan terpadu antara pendidikan dan penguatan ekonomi keluarga.

Pemda Sigi, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan pertanian dan pengembangan UMKM.

“Kami dorong lewat pertanian dan usaha masyarakat, termasuk pemberian bibit gratis bagi warga kurang mampu,” katanya, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap, melalui kombinasi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, kesejahteraan masyarakat Sigi dapat meningkat secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.