Terpantau GPS Suami, Pegawai Bank Tepergok Ngamar dengan Rekan Kerja Pria di Hotel, Dilapor Polisi
Murhan April 21, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang pegawai bank dipergoki suami selingkuh dengan rekan kerjanya.

Bahkan, suami yang bernama KAT (28) mendatangi Polda Sumatera Utara (Sumut), Senin (20/4/2026) siang untuk melaporkannya.

Memakai kaus berkerah warna putih, kacamata, ia seorang diri datang ke gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Pria berambut ikal ini melaporkan dugaan perzinahan yang dilakukan istrinya sendiri bernama YTP dengan pria bernama MYI.

Keduanya disebut-sebut sebagai pegawai satu Bank BUMN di Iskandar Muda.

Laporan pria beranak dua ini tertuang dalam laporan Polisi LP/B/613/IV/2026/SPKT/Polda Sumut, tanggal 20 April 2026.

Baca juga: Tangis Pilu JL Dapati Kelakuan Suami Tercinta, Habiskan Uang Mertua Rp4,7 Miliar Buat Perempuan Lain

"Saya melaporkan dugaan perselingkuhan antara istri saya dengan rekan kerjanya,"kata KAT, Senin (20/4/2026).

KAT menjelaskan, dugaan perzinahan sesama pegawai Bank itu terbongkar pada 10 April lalu.

Saat itu, KAT yang sudah mulai curiga dengan gelagat istrinya, mengirimkan lokasi GPS ke handphonenya.

Ternyata, begitu dicek, keberadaan istrinya di salah hotel di Berastagi, Kabupaten Karo.

"Pengakuan awalnya, dia bersama teman-teman kerjanya."

Kemudian, KAT meminta orang tuannya menghubungi istrinya, dan dibilang berada di Kota Medan.

Begitu juga ketika KAT menanyakan, YTP juga mengaku sedang berada di Kota Medan.

Akan tetapi, YTP mulai emosi dan menyatakan ke suaminya dengan siapa ia bukan urusan KAT.

"Begitu saya telfon juga dia mengaku sedang di Medan. Saya tanyakan dia lagi sama siapa, dia bilang itu bukan urusan mu."

Meski sempat berbohong, YTP mengaku kepada suaminya pada 10 April lalu pergi ke Berastagi, tetapi bersama rekan-rekan kerjanya.

Tidak percaya, KAT datang ke salah satu hotel di Berastagi, dan ia mengecek rekaman video Closed Cirkuit Television (CCTV) hotel.

Dalam rekaman video terlihat YTP dengan MYI bergantian turun dari mobil.

Pertama kali yang turun MYI, dilanjutkan YTP.

"Ada CCTV yang menunjukkan mereka keluar masuk dari hotel."

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan KAT, istrinya sudah menjalin hubungan gelap dengan MYI sejak tahun 2025.

Bahkan, lanjutnya, YTP dan MYI sudah berulang kali berhubungan badan.

Hal ini terungkap dari pengakuan YTP ke rekan KAT.

"Pengakuan istri saya ke teman saya, bahwasanya dia mengaku sudah melakukan hubungan ini beberapa kali."

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihaknya telah menerima laporan KAT.

Pihaknya akan memproses laporan Kores sesuai aturan yang berlaku.

"Akan kita dalami." ujarnya.

Fenomena Perselingkuhan di Tempat Kerja

Dikutip dari Live Career, sebuah penelitian SHRM 2022 menunjukkan bahwa adanya jalinan hubungan asmara berpotensi terjadi di tempat kerja. 

Hasil penelitian menyebutkan 77 persen responden mengaku pernah menjalin asmara di tempat kerja. Statistik lain juga menunjukkan terkait dengan hubungan asmara di tempat kerja:

  • 75 persen peserta penelitian menyatakan mereka memiliki hubungan romantis dengan seseorang dari tempat kerja mereka.
  • 70 persen pernah main mata dengan rekan kerja.
  • 59 persen pernah berhubungan seks dengan rekan kerja.
  • 67 persen mengenal seseorang yang telah berselingkuh dengan rekannya.
  • 73 persen mengenal seseorang yang pernah bertemu dengan pasangannya di tempat kerja.
  • 76 persen peserta yang disurvei menyatakan bahwa mereka merasa nyaman dengan rekan kerja mereka yang terlibat asmara.

Penjelasan sosiolog 

Menanggapi hal tersebut, sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono mengungkapkan, perselingkuhan terjadi karena adanya salah satu atau kedua belah pihak yang mengalami kekosongan di dalam komunikasi, berfikir, dan rencana masa depan.

Kekosongan itu lah yang kemudian diisi oleh orang yang memiliki kecocokan dengan pribadinya.

Kecocokan itu bisa meliputi cara berfikir dan cara memahami sesuatu yang membuatnya untuk menjalani hubungan lebih jauh.

Di lingkungan kerja, perselingkuhan biasanya terjadi kepada teman dekat, baik itu dari laki-laki maupun perempuannya. 

"Teman dekat itu kan lebih sering mengalami kesamaan simbolik dan kesamaan berfikir satu sama lain," ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (23/2/2023).

"Seperti pengertian-pengertian, istilah, jokes tertentu yang biasanya lebih diketahui oleh teman dekat," tambahnya.

Hal itu yang menyebabkan pola komunikasi di antara keduanya bisa lebih mudah terjalin karena adanya kesamaan simbolik yang terbangun di dalam ruang-ruang kerja yang dekat tersebut.

Sehingga, ini juga bisa menimbulkan perhatian yang lebih kepada lawan jenis yang notabenya adalah rekan kerja itu sendiri.

"Simbolnya sudah sama, makna pikirannya juga sudah sama, lalu kejadian yang terjadi juga dialami bersama, sehingga bisa terbentuk istilah-istilh khas yang hanya di pahami oleh mereka berdua," jelasnya.

Hal ini lah yang memudahkan adanya perselingkuhan dengan rekan sekerja.

Faktor yang mempengaruhi perselingkuhan di tempat kerja

Drajat menjelaskan, secara sosiologi, semakin masyarakat itu padat, heterogen dalam hal perbedaan pekerjaan yang tinggi dan juga semakin tinggi persaingan di tempat kerja, maka itu bisa menimbulkan rasa peningkatan kesepian pada seseorang.

"Orang akan merasa sepi ketika hidup itu semakin banyak orang, padat, dan semakin tinggi tingkat persaingan di antara mereka," tututnya.

Selain itu, adanya persamaan konsep, pikiran, sifat, dan yang kemudian memunculkan rasa nyaman, maka itu lah yang menyebabkan alasan mengapa banyak orang selingkuh terutama di tempat kerja.

Hal ini dikarenakan saat bekerja, otomatis sebagian waktunya dihabiskan di kantor bersama dengan rekan kerja.

Perselingkuhan tidak bisa dinormalisasikan

Drajat mengatakan, meskipun ada banyak kasus perselingkuhan di lingkungan kerja, namun dalam konsep moral, perselingkuhan bukan menjadi hal yang bisa dinormalisasi.

"Perselingkuhan itu merupakan perilaku yang tidak wajar dan tidak bisa diterima," tuturnya.

Berkembangnya kehidupan yang lebih kompleks, membuat orang membutuhkan orang lain di berbagai bidang.

Tak hanya sebagai teman bicara, terkadang orang membutuhkan hal yang lebih dari orang lain meskipun mereka sudah memiliki pasangan.

Drajat menyampaikan, perselingkuhan menjadi kebutuhan tertutupi yang hanya bisa dirubah dari moral dan cara berfikir dari masyarakat itu sendiri.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa perselingkuhan cenderung lebih sering terjadi di perkotaan karena memiliki kepadatan penduduk, heterogenitas kehidupan, dan persaingan yang tingggi.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.