Demo 21 April di Kantor Gubernur Kaltim, Sindir Pasang Kawat Berduri, Rudy Masud Siap Terima Tamu
ninda iswara April 21, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Eskalasi politik di Kalimantan Timur kian memanas menjelang aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026.

Di Samarinda, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus besar diperkirakan akan turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Aksi ini menjadi bentuk tekanan kepada DPRD Kaltim agar segera menggunakan hak istimewa yang dimilikinya.

Fokus utama tuntutan tersebut adalah pengguliran hak interpelasi dan hak angket guna mengaudit kinerja Pemerintah Provinsi.

Hak interpelasi dan hak angket sendiri merupakan instrumen penting yang dimiliki DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap  gubernur dan pemerintah daerah.

Baca juga: Jelang Demo 21 April, Kawat Berduri Terpasang di Kantor Gubernur Kaltim, Pengamat: Itu Rumah Rakyat

Melalui hak interpelasi, DPRD memiliki kewenangan untuk meminta keterangan resmi terkait kebijakan penting yang diambil pemerintah.

Sementara itu, hak angket memberikan ruang bagi DPRD untuk melakukan penyelidikan secara lebih mendalam terhadap kebijakan yang dianggap bermasalah.

Isu ini pun berkembang menjadi sorotan publik karena menyangkut transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah.

Gelombang protes yang direncanakan ini mencerminkan meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap dinamika politik lokal.

Situasi tersebut menandakan bahwa tekanan terhadap pemerintah daerah semakin kuat seiring dengan tuntutan keterbukaan yang terus digaungkan.

Berikut ini Fakta-Fakta Demo 21 April di Kaltim

Mahasiswa Dorong Hak Angket dan Interpelasi

Jenderal Lapangan aksi, Kamarul Azwan, menegaskan pergerakan akan dimulai dari Gedung DPRD Kaltim (Karang Paci).

“Kami meminta kesepakatan para anggota dewan agar mengeluarkan hak istimewa mereka. Setelah target di DPRD tercapai, baru kami bergeser ke Kantor Gubernur untuk meluapkan kekecewaan terhadap kebijakan Rudy Mas’ud–Seno Aji selama masa jabatan ini,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Kamarul juga mengkritik pemasangan kawat berduri di objek vital sebagai tindakan berlebihan. 

“Lucu ya, tanah sendiri dipagari untuk rakyatnya. Kita ini tuan rumah di tanah sendiri. Saya pikir tidak perlulah hal seperti itu, terlalu berlebihan,” imbuhnya.

Aksi 21 April diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Kutai Kartanegara. Mereka membawa sejumlah tuntutan strategis yang berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah daerah.

Beberapa isu utama yang diangkat antara lain:

  • Evaluasi program Gratispol yang dinilai belum berjalan optimal
  • Penindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal
  • Transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik
  • Perlindungan lingkungan hidup di Kalimantan Timur

Mahasiswa menilai, sejumlah kebijakan pemerintah belum berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya terkait sektor sumber daya alam.

Pemasangan kawat berduri dan pengerahan ribuan aparat menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini.

Perwakilan mahasiswa menyebut, langkah tersebut menciptakan jarak antara pemerintah dan rakyat.

Mereka berharap pemerintah tidak melihat demonstrasi sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari kontrol sosial.

“Seharusnya pemerintah membuka ruang komunikasi, bukan justru membatasi dengan pengamanan berlebihan,” ujar salah satu pengunjuk rasa.

Rudy Mas’ud Tetap Berkantor

Aksi demonstrasi gabungan massa digelar hari ini, Selasa (21/4/2026), di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dua titik utama menjadi tujuan aksi, yakni Kantor Gubernur Kaltim dan Gedung DPRD Kaltim.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.

“Kita hari ini kerja seperti biasa, memastikan realisasi belanja anggaran segera diproses, terutama untuk kegiatan standar pelayanan minimum daerah,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Rudy menegaskan dirinya bersama jajaran perangkat daerah tetap berkantor seperti biasa dan siap menerima tamu.

Terkait kemungkinan menemui massa, Rudy menyebut hal itu akan diputuskan secara situasional. Ia memastikan unsur Forkopimda berada di kantor untuk memantau perkembangan.

Menanggapi tuntutan audit mobil dinas dan rumah jabatan, Rudy menegaskan proses tersebut telah dilakukan oleh BPK.

Baca juga: 4 Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Masud, soal Mobil & Rumah Dinas, Gaya Istri, Hari Ini Massa Demo

RUMAH DINAS RUDY MASUD - Selain bangunan, anggaran Rp 25 miliar rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Masud juga dipakai untuk beli furniture baru, klaim supaya efisien.
RUMAH DINAS RUDY MASUD - Selain bangunan, anggaran Rp 25 miliar rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Masud juga dipakai untuk beli furniture baru, klaim supaya efisien. (Kompas.com/Pandawa Broniat)

Profil Rudy Mas'ud Gubernur Kalimantan Timur 

Sebelum menjabat Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud merupakan anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Kaltim.

Anak ke 5 dari 8 bersaudara ini juga merupakan Ketua DPD I Golkar Kaltim.

Profil Rudy Ma'sud

Rudy Mas'ud lahir di Balikpapan, 7 Desember 1981. 

Rudy Mas'ud diketahui menjabat sebagai Direktur hingga Komisaris di berbagai perusahaan miliknya.

Ia mempunyai kakak kandung yang merupakan Wali Kota Balikpapan yakni Rahmad Mas’ud.

Tak hanya Wali Kota, Rudy Mas'ud juga mempunyai kakak kandung lainnya yang merupakan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur yakni Hasanuddin Mas'ud.

Rudy Mas'ud juga mempunyai adik kandung, mantan Bupati Penajam Paser Utara yakni Abdul Gafur Mas’ud.

Selain itu, suami dari Syarifah Suraidah ini juga mempunyai saudara yang merupakan Anggota DPRD Sulawesi Barat hingga pengusaha.

Biodata Rudy Mas'ud

Nama: Rudy Mas'ud, S.E., M.E.

Tempat Lahir / Tgl Lahir: Balikpapan / 07 Desember 1981

Agama: Islam

Istri: Syarifah Suraidah

Riwayat Pendidikan

SDN 008 BALIKPAPAN . Tahun: 1987 - 1993

SMP N 4 SAMARINDA . Tahun: 1993 - 1996

SMA N 2 BALIKPAPAN. Tahun: 1996 - 1999

S1 EKONOMI, UNIV.MULAWARMAN SAMARINDA. Tahun: 1999 - 2006

S2 EKONOMI, UNIV MULAWARMAN SAMARINDA . Tahun: 2017 - 2020

S3 ILMU HUKUM, PASCASARJANA UNIV. TRISAKTI JAKARTA. Tahun: 2020 - SKRG

Riwayat Pekerjaan

ANGGOTA DPR RI, Sebagai: ANGGOTA F-PG. Tahun: 2019 - 2024

PT EISSU PRIMA USAHA , Sebagai: KOMISARIS . Tahun: 2015 - 2015

PT CAKRA BUANAMAS UTAMA , Sebagai: DIRUT . Tahun: 2015 - 2018

PT EISSU PRIMA USAHA , Sebagai: DIRUT. Tahun: 2015 - 2018

PT CAKRA BUANAMAS UTAMA , Sebagai: KOMISARIS . Tahun: 2014 - 2015

PT BAROKAH AGRO PERKASA, Sebagai: KOMISARIS. Tahun: 2014 - SKRG

PT MASHUD BERSAUDARA INTERNASIONAL, Sebagai: KOMISARIS. Tahun: 2013 - SKRG

PT ISTANA GEMILANG PERKASA, Sebagai: KOMISARIS. Tahun: 2010 - SKRG

PT BAROKAH GEMILANG PERKASA, Sebagai: DIRUT. Tahun: 2008 - SKRG

PT BAROKAH BERSAUDARA PERKASA , Sebagai: DIRUT . Tahun: 2007 - 2013

BAROKAH BERSAUDARA PERKASA, Sebagai: EXECUTIVE CHARIMAN. Tahun: 2000 - SKRG

Riwayat Organisasi

PARTAI GOLKAR KALTIM, Sebagai: KETUA DPD. Tahun: 2020 - 2025

PARTAI GOLKAR KALTIM, Sebagai: KETUA DPD. Tahun: 2025 - 2030

LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) PUSAT, Sebagai: KETUA. Tahun: 2020 - 2025

ORMAS MKGR PUSAT, Sebagai: KETUA. Tahun: 2020 - 2025

SOKSI KAL-TIM, Sebagai: KETUA . Tahun: 2018 - 2023

PERBASI KAL-TIM, Sebagai: KETUA . Tahun: 2017 - 2021.

Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Sebagai Ketua untuk periode 2025–2029 

DPRD Siap Terima Massa

Sementara itu, DPRD Kaltim menyatakan kesiapan menerima aspirasi massa. Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kaltim, Andi A Razaq, menegaskan pimpinan dewan siap menemui massa secara langsung.

“Kita sebagai aparatur tentu memfasilitasi mereka yang ingin menyampaikan aspirasi. Pimpinan dewan juga sudah menyatakan kesediaannya untuk menerima massa aksi secara langsung,” ujarnya.

DPRD Kaltim membuka ruang dialog seluas-luasnya dan menegaskan aspirasi publik akan difasilitasi sebagai bagian dari fungsi representasi dewan. Kehadiran lintas fraksi diharapkan memperkuat legitimasi penerimaan aspirasi, meski tidak semua fraksi dipastikan hadir.

2.263 Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi di Samarinda

Menjelang aksi unjuk rasa besar bertajuk Aksi 214 yang digelar hari ini, Selasa (21/4/2026), aparat gabungan menggelar apel kesiapan di Lapangan GOR Segiri, Samarinda, Senin (20/4) sore. Sebanyak 2.263 personel disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap aman dan tertib.

Apel yang dimulai pukul 16.00 WITA dipimpin Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono. Ribuan personel terdiri dari 1.599 anggota Polri, 70 prajurit TNI, serta 594 personel gabungan dari Dishub, Damkar, dan Satpol PP.

Kapolda Kaltim menegaskan pengamanan difokuskan pada dua titik utama, yakni Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

“Kami memastikan pengamanan dilakukan secara humanis. Jumlah personel yang dikerahkan sudah proporsional dengan estimasi massa. Tidak berlebihan, tetapi tetap waspada,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan gas air mata hanya menjadi opsi terakhir sesuai eskalasi di lapangan. Satuan Brimob Polda Kaltim juga memperkuat pengamanan dengan enam SSK PHH, dua tim escape, satu SST tim drone dan anti-drone, serta kendaraan taktis.

Komandan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menekankan profesionalisme personel. “Kami hadir untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi agar berjalan aman dan tertib. Personel diminta tetap humanis namun tegas sesuai SOP,” katanya.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono memastikan kesiapan penuh jajarannya. Sebanyak 70 personel TNI disiapkan untuk terlibat langsung, sementara satuan lain dalam kondisi siaga.

“Kami siap membantu Polri. Prajurit akan ditempatkan di titik luar untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Di sisi lain, menjelang aksi, kawat berduri dipasang mengelilingi Kantor Gubernur Kaltim hingga lima lapis. Hal ini menuai kritik dari massa aksi. Jenderal Lapangan, Kamarul Azwan, menyebut langkah tersebut berlebihan.

“Rakyat itu tuan rumah di daerahnya sendiri. Tidak perlu sampai dipagar seperti ini,” tegasnya.

Aksi diperkirakan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus besar di Kaltim. Mereka menuntut audit kebijakan anggaran Pemprov, pemberantasan praktik KKN, serta optimalisasi fungsi pengawasan DPRD. Kapolda Kaltim mengimbau semua pihak menjaga kondusivitas.

“Semua harus bertanggung jawab agar unjuk rasa berjalan baik dan Kalimantan Timur tetap damai serta tertib,” tutupnya.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.