TRIBUN-TIMUR.COM - Polda Maluku mendalami dugaan pembunuhan berencana dalam kasus penikaman Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25–11.30 WIT.
Korban mengalami sejumlah luka tusuk, termasuk di bagian leher.
Korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 11.44 WIT.
Tak lama setelah kejadian, dua terduga pelaku berinisial HR dan FU berhasil diamankan dan sempat ditempatkan di Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor.
Pada Senin (20/4/2026), keduanya diterbangkan ke Ambon dan tiba di Bandara Pattimura sekitar pukul 12.45 WIT.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyatakan kedua terduga pelaku dijerat pasal berlapis, termasuk dugaan pembunuhan berencana dan penganiayaan bersama yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.
"Pasal yang disangkakan antara lain terkait pembunuhan berencana maupun penganiayaan bersama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Rositah kepada awak media, Senin (20/4/2026) di Polda Maluku.
Ia menegaskan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menguatkan konstruksi dugaan pembunuhan berencana dalam kasus tersebut.
Status hukum para pelaku akan ditetapkan melalui gelar perkara setelah seluruh alat bukti dinilai cukup.
Dari hasil pemeriksaan awal, motif sementara diduga dilatarbelakangi dendam, namun penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap apakah aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
"Untuk memperkuat alat bukti, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi," ujarnya.
Setelah pemeriksaan lanjutan, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka, sekaligus penahanan di Polda Maluku.
Sosok Hendrikus Rahayaan
Sosok Hendrikus Rahayaan (HR) tengah menjadi sorotan publik setelah ditangkap kepolisian.
Pria yang dikenal sebagai petarung profesional Mixed Martial Arts (MMA) dengan julukan "Bad Boy from Kei" ini ternyata merupakan keponakan dari tokoh legendaris John Kei.
Hendrikus nekat menghabisi nyawa Nus Kei karena didorong motif dendam lama, meyakini bahwa korban adalah dalang di balik pembunuhan saudaranya dalam sebuah tragedi berdarah di Bekasi beberapa tahun silam.
Dendam lama inilah yang menjadi latar belakang utama yang mendorong aksi nekat tersebut.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, kembali menegaskan identitas kedua tersangka, yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.
Lebih jauh, peristiwa penikaman ini ternyata berkaitan dengan insiden berdarah yang terjadi beberapa tahun lalu di Jakarta.
Luka lama yang belum terselesaikan diduga menjadi pemicu utama.
"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber.
Kronologi Pembunuhan
Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.
Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.
"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."
"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.
"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.
Profil Hendrikus Rahayaan
Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta.
Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku.
Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.
Pria kelahiran O6 Desember 1997 ternyata memang memiliki hobi berkelahi.
Hal ini sempat diutarakan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam.
petarung dengan slogan Bad Boy From Kei itu menceritakan kegemarannya itu.
Katanya, sedari kecil dia sudah sering berkelahi dengan teman sepermainan.
Hingga sering terlibat tauran seiring bertambahnya umur.
Namun, hobi itu tentu negatif, sehingga dia pun kurang disukai keluarga lantaran kerap hobinya menghasilkan masalah.
"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).
Bertumbuh dewasa, Hendrikus pun memutuskan untuk menekuni hobinya.
Dengan tekad, hobinya berbuah prestasi yang membanggakan keluarga.
"Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah," lanjutnya. .
Jalan menuju atlet profesional dimulainya dengan berlatih keras dimentoring kakeknya sendiri yang kebetulan adalah pelatih ilmu bela diri.
Tidak hanya satu, kakeknya menguasai tiga cabang ilmu bela diri, yakni; Mhuay Thai, Whu su dan Boxing.
"Kebetulan beta punya kakek itu kita di sasana dia jadi coach, di Tual sini," lanjutnya.
Basic mental by one serta latihan keras, keponakan John Kei itu akhirnya terjun di kelas bantam One Pride MMA Itu.
Dari situlah, 2 match yang menjadi awal berkarirnya berakhir mulus dengan kemenangan.
M. Ricky Syahputra berhasil ditumbangkan dengan perolehan TKO 22 detik.
Sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.
Hendrikus pun sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi, dan dia punya harapan besar anak muda Maluku yang sehobi bisa bertarung di ring profesional.
"Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadu saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakuakan tuk terus harumkan nama daerah," tandasnya. (*)