TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki usia ke-83 tahun, Universitas Islam Indonesia (UII) mempertegas komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), UII menggelar aksi penanaman pohon bertajuk "Harmoni untuk Jejak Lestari" di kawasan Embung Pelang, Kampus Terpadu UII, Selasa (21/4/2026).
Sebanyak 197 pohon akasia ditanam, merepresentasikan perpaduan antara ketangguhan dan manfaat berkelanjutan, selaras dengan perjalanan panjang UII dalam dunia pendidikan.
Dekan FIAI UII, Dr. Asmuni, MA, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan historis yang kuat.
Dalam perspektif Islam, lanjutnya, menanam pohon dipandang sebagai sedekah jariah yang pahalanya terus mengalir selama memberikan manfaat.
"Pemilihan akasia adalah simbol bahwa di usia ke-83, UII harus terus tumbuh menjadi institusi yang tangguh, kuat, dan mampu menaungi sesama dalam harmoni," ujarnya.
Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menekankan aksi ini merupakan langkah konkret untuk melengkapi ekosistem hijau yang sudah ada di lingkungan kampus.
Terlebih, kawasan Embung Pelang diproyeksikan menjadi sebuah ruang terbuka yang asri, untuk menunjang kenyamanan seluruh sivitas akademika.
"Ya, Alhamdulillah ini kawan-kawan juga memilih pohon yang minim perawatan. Kami sudah punya beragam bukti selama ini pohon-pohon yang kita tanam juga kita rawat, masih hidup semua," jelas Rektor.
Baca juga: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, PSAD UII Desak Pembentukan TGPF dan Pelibatan Hakim Ad Hoc
Lebih lanjut, keberadaan ruang hijau yang luas di dalam kampus diharapkan mampu menciptakan iklim belajar yang lebih kondusif bagi para mahasiswa.
Fathul menegaskan, bahwa UII berkomitmen untuk tidak menghabiskan seluruh lahan milik universitas dengan bangunan gedung.
"Nah, ini sebetulnya kan juga melengkapi ekosistem yang sudah ada kan. Kampus kita ini luasan wilayah yang masih kita biarkan hijau juga tetap luas, proporsinya besar," tandasnya.
"Sehingga kampusnya masih tetap asri, udaranya masih tetap bersih, sejuk, dan harapannya juga membantu untuk membuat iklim belajar yang lebih bagus," imbuh Fathul.
Terkait masa depan kawasan Embung Pelang, Rektor membayangkan area tersebut akan bertransformasi menjadi pusat aktivitas terbuka bagi mahasiswa, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti amfiteater.
Langkah UII inipun diproyeksikan menjadi percontohan bagi pengembangan ruang terbuka hijau di wilayah Yogyakarta yang lahannya kian terbatas.
"Ya nanti tempat aktivitas terbuka, adik-adik mahasiswa, karena kita punya semacam amfiteater di sana, bisa untuk kegiatan bermacam-macam. Kalau nanti ada rezeki, mungkin bisa dibangun jembatan dari kampus ke sini," tuturnya. (*)