TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persis Solo menghadapi ujian krusial saat menjamu Bhayangkara FC pada Selasa, 22 April 2026 di Stadion Manahan.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan penentu apakah Persis Solo mampu keluar dari tekanan zona degradasi.
Saat ini, Persis Solo masih tertahan di peringkat 16 dengan 24 poin.
Baca juga: Menakar Peluang Persis Solo Bertahan di Super League Usai Kalah dari Arema, Rekor Unbeaten Terputus
Posisi tersebut membuat mereka berada di zona merah dan membutuhkan tambahan poin secepatnya.
Sebaliknya, Bhayangkara FC tampil stabil di papan atas dengan menempati posisi keempat dan mengoleksi 47 poin.
Perbedaan ini menegaskan bahwa tuan rumah harus tampil ekstra maksimal.
Kekalahan 0-2 dari Arema FC pada pekan lalu menjadi pukulan telak bagi Persis.
Pelatih Milomir Seslija menyebut hasil tersebut sebagai “wake-up call” bagi timnya.
Menurutnya, para pemain gagal menjalankan rencana permainan dan justru kalah akibat kesalahan sendiri.
Baca juga: Takluk dari Arema FC, Muhammad Riyandi Akui Persis Solo Tampil di Bawah Standar
Ia menyoroti lemahnya konsistensi serta pengambilan keputusan di lapangan, di mana pemain kerap memaksakan permainan rumit saat peluang sederhana sebenarnya tersedia.
Menghadapi Bhayangkara FC, Milo dipastikan akan melakukan perubahan pendekatan.
Fokus utama adalah permainan yang lebih efektif, transisi cepat, dan peningkatan mental bertanding.
Dengan hanya enam laga tersisa, setiap pertandingan kini bernilai seperti final.
Di sisi lain, Bhayangkara FC datang dengan kondisi yang jauh lebih ideal.
Pelatih Paul Munster memastikan timnya dalam kondisi siap tempur.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama tim terletak pada kolektivitas, bukan ketergantungan pada satu pemain.
Namun demikian, kehadiran Moussa Sidibé, mantan pemain Persis yang tengah dalam performa apik, berpotensi menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan tuan rumah.
Baca juga: Persis Solo Takluk di Kandang Arema FC, Milo Kecewa : Laga Terburuk Musim Ini
Dari lima pertemuan terakhir, kedua tim saling mengalahkan:
Catatan ini menunjukkan duel keduanya relatif seimbang, meski pada pertemuan terakhir Bhayangkara unggul 2-0.
Meski berada dalam tekanan, Persis memiliki satu modal penting: dukungan publik Manahan
Bermain di kandang sendiri bisa menjadi energi tambahan untuk bangkit.
Milomir Seslija menegaskan bahwa situasi sulit ini bukan akhir, melainkan peluang untuk membuktikan bahwa timnya mampu membalikkan keadaan.
Ia percaya, dengan perbaikan mental dan strategi, “misi mustahil” masih bisa diwujudkan.
Bagi Persis Solo, laga ini adalah pertaruhan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Jika gagal meraih hasil positif, ancaman degradasi semakin nyata.
Namun jika mampu menang, asa untuk bertahan tetap terbuka lebar.
(*)