BANGKAPOS.COM--Nama Irma Suryani tengah menjadi perhatian publik menjelang aksi demonstrasi besar di Kalimantan Timur.
Sosoknya mencuat bukan hanya karena keterlibatannya dalam aksi massa, tetapi juga latar belakangnya sebagai profesional hukum sekaligus istri dari perwira Polri.
Irma Suryani dikenal sebagai seorang pengacara dan pengusaha yang aktif di ruang publik, khususnya melalui media sosial.
Ia kerap membagikan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan keluarga hingga pandangan sosial dan politik yang menjadi perhatiannya.
Perempuan yang menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.) ini juga tercatat sebagai relawan dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, kelompok yang menginisiasi aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 21 April 2026.
Di balik aktivitasnya, Irma merupakan istri dari Ade Yaya Suryana, yang saat ini berdinas sebagai perwira menengah di lingkungan Mabes Polri.
Meski memiliki latar belakang keluarga aparat, Irma menegaskan tetap memiliki sikap independen dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, ia bahkan menyampaikan telah mendapat izin dari sang suami untuk terlibat langsung dalam aksi demonstrasi.
Ia juga menuliskan pesan emosional yang menggambarkan dukungannya terhadap tugas suaminya sekaligus kecintaannya terhadap masyarakat.
Berikut isi pesannya:
Pi, ini semua dari rasa cinta, dari rasa cinta kita dan cinta pada tanah air yang sama.
Mami selalu berusaha jadi tiang doa dan penopang semangat saat papi berada di medan tugas.
Mendukungmu setulus yang mami mampu untuk papi menyeimbangkan tugas sebagai Imam kami dirumah, tugas negara, dan pelayanan yang baik bagi masyarakat.
Perjuangan jarak jauh, ditinggal tugas berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Mami usahakan memastikan rumah aman dan tenang, menjadi penyejuk saat papi pulang dari tugas berat.
Apa pun perbedaan itu, sejauh apapun jarak itu, mami ttp tdk pernah hilang rasa cinta.
Mami saksi bahwa Polisi yang baik itu masih ada, masih banyak, dan papi adalah satu diantaranya.
Papi selalu mengajarkan kejujuran, kebaikan, membedakan mana yang benar dan mana yang hanya keliatannya benar.
Terimakasih ya pi, mami izin berjuang bersama rakyat Kalimantan Timur
Irma dikenal vokal dalam menyampaikan kritik, terutama terkait kebijakan pemerintah daerah.
Ia menilai pentingnya transparansi dan kepekaan pejabat publik terhadap kondisi masyarakat.
Menjelang aksi demonstrasi, ia secara terbuka mengkritik kebijakan Rudy Masud yang dianggapnya kerap memicu polemik, terutama terkait penggunaan anggaran daerah.
Ia menilai, selama Rudy Masud menjabat sering mengeluarkan kebijakan yang memicu kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.
Sebut saja seperti rencana pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas yang menelan anggaran Rp25 miliar.
"Gerah ya, selalu blunder, selalu bikin gaduh," katanya, dikutip dari Kompas.com, Selasa.
"Itu salah satu yang menghabiskan anggaran, rumah jabatan Rp 25 miliar, mobil dinas, ada beli aquarium, alat fitness, meja biliar. Itu untuk apa?," tambahnya.
Oleh karenanya, Irma Suryani bersama ribuan massa lainnya akan mendemo Rudy Masud.
Mereka membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak adanya evaluasi kinerja Gubernur Kaltim.
Selain itu meminta DPRD Provinsi menjalankan fungsinya sebagai pengawas.
Irma Suryani juga berharap Gubernur Kaltim untuk peka terhadap masyarakat.
Terlebih terkait pengelolaan anggaran yang sumbernya dari pajak.
“Harusnya sensitif dengan keadaan masyarakat yang sekarang susah. Kok malah uangnya dipoyok-poyokan,” tegasnya.
Kehadiran Irma dalam aksi massa membuatnya menjadi salah satu figur yang paling disorot.
Di satu sisi, ia adalah bagian dari keluarga aparat penegak hukum, namun di sisi lain tampil sebagai bagian dari masyarakat yang menyuarakan kritik.
Fenomena ini mencerminkan dinamika baru dalam ruang demokrasi, di mana latar belakang tidak lagi membatasi seseorang untuk terlibat dalam gerakan sosial.
Kini, publik menanti bagaimana peran Irma Suryani dalam aksi tersebut, sekaligus melihat sejauh mana tuntutan masyarakat Kalimantan Timur akan direspons oleh pemerintah daerah.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
Aksi ini diperkirakan akan berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan, mengingat jumlah massa yang diprediksi mencapai ribuan orang.
Gelombang protes ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi publik dalam mengawasi kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat.
(Tribunnews.com/Endra)(Kompas.com)