SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Muhamad Khotibul Umam Az Zam Zami bin Kamali, remaja asal Desa Tambak Boyo, Kabupaten OKU Timur, menjadi calon jemaah haji (CJH) termuda di Kloter 1 asal Sumatera Selatan tahun 2026.
Di usia 18 tahun, Az Zam berangkat ke Tanah Suci bersama kedua orang tua dan kakaknya.
"Az Zam berangkat haji bersama kedua orang tua dan kakak, jadi empat orang,” kata Az Zam saat ditemui di Asrama Haji Palembang, Selasa (21/4/2026).
Didampingi sang ayah, Kamali (58), Az Zam menceritakan bahwa dirinya sudah didaftarkan haji sejak tahun 2012, saat usianya masih sekitar 3,5 tahun.
Awalnya, keluarga tersebut mendaftarkan lima orang sekaligus. Namun, satu anggota keluarga harus menunda keberangkatan karena hamil.
"Harapannya semoga kami semua diberi kelancaran dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” kata Az Zam yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.
Az Zam mengaku bahagia bisa berangkat ke Tanah Suci di usia muda bersama keluarganya.
Az Zam saat ini masih menempuh pendidikan di pondok pesantren dan telah mendapatkan izin untuk melaksanakan ibadah haji.
Sementara itu Kamali menceritakan, daftar haji tahun 2012, dan seharusnya berangkat pada 2025 namun usia Az Zam belum cukup 18 tahun.
Bersyukur penantian panjang selama 14 tahun tersebut berbuah manis.
"Karena Az Zam pada 2025 belum cukup usia maka kami memilih tunda keberangkatan supaya bisa berangkat sekeluarga, Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat karena usia Az Zam sudah 18 tahun," katanya.
Kamali mengungkapkan alasan mendaftarkan anaknya sejak kecil cukup unik.
Menurutnya, anak-anaknya sejak kecil memiliki keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji.
"Anak-anak tidak pernah minta motor atau mobil, tapi minta didaftarkan haji. Sebagai orang tua tentu sangat senang, jadi langsung kami daftarkan,” jelasnya.
Kamali menceritakan kesehariannya bertani, baik sawah, sawit hingga mengurus pondok pesantren di OKU Timur.
Sebagai informasi sebanyak 433 calon jemaah haji (CJH) asal OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) sudah masuk Asrama Haji Palembang dan akan diberangkatkan, Rabu (22/4/2026). Namun ada satu jemaah gagal berangkat karena sakit.