TRIBUNSUMSEL.COM- Pemain Dewa United U20, Rakha Nurkholis menjadi korban kekerasan atas aksi brutal "tendangan kungfu" dari Pemain Bhayangkara FC U20, Fadly Alberto Hengga.
Insiden tersebut terjadi saat kemenangan Dewa United U20 atas Bhayangkara FC U20 via skor 2-1 dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).
Akibatnya, Rakha Nurkholis langsung terkapar dan harus mendapatkan penanganan medis di lapangan.
Korban dilaporkan mengalami dislokasi bahu dan luka memar di wajah.
Baca juga: Sosok Fadly Alberto Hengga Dicoret Dari Timnas Indonesia U20 Imbas Tendangan Kungfu Ke Lawan
Rakha Nurkholis merupakan pemain kelahiran 15 Desember 2008 (17 tahun).
Dikutip dari Transfermarkt, Rakha diketahui berposisi sebagai bek di tim Dewa United U-20.
Di tengah ketatnya persaingan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20, nama Rakha Nurkholis muncul sebagai salah satu talenta muda potensial yang dimiliki oleh Dewa United.
Namun pada pertandingan tersebut, ia tidak diturunkan oleh pelatih Gaguk Setia.
Nahasnya, dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat seorang pemain Dewa United U-20 tersungkur setelah terkena tendangan di bagian belakang kepala.
Menariknya, saat insiden terjadi, Rakha tidak sedang bermain di lapangan.
Ia berada di pinggir lapangan dengan mengenakan rompi merah, menandakan statusnya sebagai pemain cadangan.
Belum ada kabar terbaru dari kondisi Mohamad Ridwan, pemain Dewa United yang pertama kali ditendang oleh Fadly Alberto di bagian perutnya.
Baca juga: Permintaan Maaf Fadly Alberto Hengga Usai Insiden Tendangan Kungfu, Sesali Coreng Nama Timnas
Tapi kondisi memprihatinkan justru dialami Rakha Nurkholis, pemain Dewa United yang wajahnya dihajar tendangan kungfu oleh eks Timnas Indonesia U-17 tersebut.
Firman Utina, legenda Timnas Indonesia turut memberikan dukungan moril atas kondisi yang menimpa Rakha Nurkholis.
“Rakha anak baik lekas sembuh,” kata Firman Utina di Instagram-nya.
Pada Minggu, 19 April 2026, terjadi keributan dalam pertandingan EPA Super League U20 2025/26 antara Bhayangkara FC U20 melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum, Semarang.
Bhayangkara FC U-20 yang dibela Alberto kalah 1-2 dari Dewa United U-20.
Pihak Bhayangkara FC U20 protes terhadap keputusan wasit mengesahkan gol Dewa United yang mereka nilai berbau offside.
Setelah peluit akhir, keributan pecah di pinggir lapangan.
Fadly Alberto, yang bermain di babak pertama selama 45 menit sebelum diganti, tiba-tiba berlari dari tengah lapangan menuju pinggir lapangan.
Ia lalu melancarkan tendangan kungfu ke arah Raka, pemain Dewa United yang mengenakan rompi cadangan.
Korban langsung terkapar dan harus mendapatkan penanganan medis di lapangan.
Akibat insiden tersebut, pemain Dewa United U-20 bernama Rakha yang menjadi korban dilaporkan mengalami dislokasi bahu dan luka memar di wajah.
Sementara itu, Fadly langsung meninggalkan lokasi usai melakukan aksi tersebut.
Sebelum menyerang Rakha Nurkholis, Fadly Alberto juga menendang pemain Dewa United lainnya seperti Mohamad Ridwan.
Fadly Alberto Hengga menyampaikan secara terbuka permintaan maaf atas insiden kekerasan melepaskan ke arah pemain lawan Dewa United U20, Rakha.
Melalui pernyataan di media sosialnya, Fadly mengakui kesalahannya dan memohon maaf atas aksi "tendangan kungfu" yang ia lakukan terhadap pemain lawan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara FC U20, dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U20," ujar Fadly Alberto melalui Instagram pribadi dan akun resmi klubnya, pada Selasa, (21/4/2026).
"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United, atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis." sambungnya.
Fadly menyadari bahwa perilaku buruknya di lapangan hijau tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga membawa dampak negatif bagi citra sepak bola nasional, terutama statusnya sebagai pemain yang kerap dipanggil membela negara.
"Dan untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly dengan penyesalan.
Fadly Alberto sadar bahwa ada konsekuensi yang harus diterimanya dari perbuatan ini.
Kini, masa depan sang pemain di kompetisi EPA U-20 tengah menanti keputusan dari manajemen klub serta sanksi disiplin dari PSSI.
"Semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik untuk ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik," ujar pemain 18 tahun.
"Terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Sekian permohonan maaf saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutupnya.
Imbas kejadian ini, nama Fadly Alberto tidak dimasukkan ke skuad yang akan dibawa pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, ke Piala AFF U19 2026.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengambil langkah tegas dengan mencoret Fadly Alberto Hengga dari daftar skuad Timnas Indonesia U-20.
"Sudah dicoret di Timnas Alberto hengga. Dia pemain kunci Timnas U-20,” kata Sumardji kepada akun @futboll.indonesiaa.
Keputusan ini diambil menyusul aksi kekerasan yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20 tersebut dalam laga Elite Pro Academy (EPA).
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, memberikan peringatan keras terkait insiden ini.
Ia menegaskan bahwa pemain muda yang tergabung dalam tim nasional harus menjaga sikap dan menjadi teladan.
Terlebih, pemain berusia 18 tahun itu sudah menjadi andalan Nova Arianto sejak masih melatih Timnas U17 Indonesia.
“Saat ini Kami sedang mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain Timnas Usia Muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain Timnas Usia Muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya,” kata Nova Arianto, dikutip dari aku Instagram-nya, @novaarianto30
"Selalu Respect dengan apapun yang berada dilapangan dan semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali. Maju terus sepak bola Indonesia," tutupnya.
Insiden memalukan itu mendapat tanggapan langsung dari Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji yang saat ini tengah mencari tahu penyebab terjadinya aksi tersebut.
"Saya sedang pastikan kronologinya, kenapa sampai terjadi keributan. Apa pun tidak dibenarkan melakukan keributan di dalam lapangan,” kata Sumardji pada Senin (20/4/2026), dikutip dari Kompas.com
Sumardji mengatakan, pemain yang terlibat kericuhan terancam sanksi yang masih akan menyusul setelah ada putusan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
”Mekanismenya (sanksi) jelas kami akan menunggu keputusan Komdis PSSI,” sambung Sumardji.
Melihat dari bobot pelanggaran yang dilakukan, Fadly Alberto terancam larangan beraktivitas bermain sepak bola seumur hidup di Indonesia.
Namun, belum diketahui pasti hukuman seperti apa yang diberikan kepada pemain kelahiran Timika tersebut.
Sebelumnya, Fadly Alberto Hengga jadi bagian Timnas U17 Indonesia yang mengukir kemenangan bersejarah di Piala Dunia U17 2025.
Fadly Alberto Hengga merupakan pemain kelahiran Timika, Papua Tengah, pada tahun 2008.
Meski demikian, ia tumbuh dan besar di Desa Banjarsari, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ia sudah menaruh minat besar kepada si kulit bulat sejak usianya masih sangat muda.
Perjalanan karier Fadly bermula saat bergabung dengan SSB Sukorejo Putra di Bojonegoro, usai keluarganya pindah dari Timika ketika dirinya masih berusia kecil.
Kemampuannya kemudian menarik perhatian pencari bakat Bhayangkara FC, yang membawanya menembus level Elite Pro Academy.
Sejak saat itu, perkembangannya cukup pesat hingga mendapat kepercayaan memperkuat tim nasional kelompok usia.
Pada ajang Piala Asia U-17 2025, Alberto mencatat dua gol di fase grup, masing-masing saat Indonesia menang 4-1 atas Yaman dan 2-0 melawan Afghanistan.
Langkah Indonesia berlanjut hingga babak perempat final, sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Qatar pada Oktober lalu.
Gol Fadly Alberto Hengga memastikan kemenangan 2-1 Timnas U17 Indonesia atas Honduras dalam babak grup Piala Dunia U17 2025 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, 10 November 2025.
Inilah kali pertama Timnas Indonesia menuai kemenangan di ajang Piala Dunia FIFA di beragam kelompok umur, termasuk level senior.
Nama Alberto Hengga sebelumnya juga diproyeksikan memperkuat Timnas U-20 Indonesia dalam ajang Piala AFF U-19 2026 serta Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Ia bahkan sempat masuk daftar 27 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan di Surabaya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com