Detik-detik Penikaman Nus Kei Ketua DPD Golkar di Bandara hingga Pelaku Tertangkap
Evan Saputra April 21, 2026 01:22 PM

POSBELITUNG.CO - Langkah kaki Nus Kei di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, berakhir tragis setelah seorang tak dikenal menghujamkan sebilah pisau ke tubuhnya pada Minggu siang.

Meski pelaku sempat melarikan diri, pengejaran yang dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tenggara membuahkan hasil dengan tertangkapnya dua tersangka berinisial HR dan FU.

Berikut ulasan lengkapnya

Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia usai ditikam pada Minggu (19/4/2026).

Penikaman tersebut tepatnya terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, sekitar pukul 12.00 WIT

Baca juga: Catat Kalender Mei 2026, Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Penanggalan Jawa-Hijriah

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyebut korban ditikam saat baru tiba dari Jakarta, tepatnya ketika berada di pintu keluar bandara.

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau," ujarnya dalam keterangannya di Ambon, Senin (20/4/2026).

Rositah menyebut, usai melakukan penusukan terhadap Nus Kei, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Tak lama setelah insiden penikaman itu, pihak kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Nus Kei yang berjumlah dua orang.

"Petugas dengan dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian," ujarnya.

Menurut Rositah, kedua terduga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Mereka kemudian diperiksa secara intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara.

"Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36) tadi sudah tiba di Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Sosok Nus Kei

Nus Kei dikenal sebagai salah satu tokoh Maluku yang berdomisili di Jakarta. 

Nama Nus Kei memiliki keterkaitan dengan John Kei, yang dikenal sebagai pemimpin kelompok preman. Ia merupakan paman kandung dari John Kei.

Keduanya berasal dari etnik Kei, kelompok masyarakat yang mendiami wilayah Kepulauan Kei.

Komunitas ini tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan jumlah penduduk sekitar 219.000 jiwa pada 2022. 

Meski punya hubungan darah antara paman dan keponakan, keduanya terlibat perselisihan besar yang merenggut nyawa.

Bentrok terjadi di Tangerang pada 2020 dan Bekasi pada 2023.

Pada Juni 2020, anak buah John Kei menyerang kelompok Nus Kei di Kosambi, Cengkareng. Selain itu, mereka merusak rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang. Satu anak buah Nus Kei tewas dalam insiden tersebut.

Bentrok juga terjadi pada 2023 di Bekasi, yang dipicu dendam lama dan masalah di Maluku Tenggara. Seorang anggota kelompok Nus Kei tewas tertembak di kepala.

Kabar yang beredar, konflik antara John Kei dan Nus Kei bermotif masalah pribadi terkait pembagian hasil penjualan tanah yang digunakan untuk RSUD Haulussy di Ambon, Maluku.

Konflik konon dipicu ketidakpuasan terkait pembagian uang hasil penjualan tanah, yang berlanjut menjadi saling ancam.

Namun, pada kesempatan terpisah, John Kei membantah bahwa Nus Kei adalah pamannya. John mengklaim bahwa Nus adalah anak buahnya yang ia bawa ke Jakarta dari Maluku.

Hal itu disampaikan John Kei di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada 19 Oktober 2020 silam. 

Menurut John Kei, seluruh pernyataan Nus Kei di media soal penyebab perselisihannya juga bohong. Ia mengatakan akar permasalahan dengan Nus Kei adalah utang sebesar Rp 1 miliar. 

Saat masih mendekam di Rutan Salemba, John Kei mengaku didatangi Nus Kei yang mengajukan pinjaman Rp 1 miliar. Nus Kei menjanjikan akan membayar utangnya sebesar Rp 2 miliar dalam waktu 6 bulan. 

Namun setelah dipinjamkan uang tersebut, John Kei mengatakan Nus Kei tak pernah lagi membesuknya di penjara. Bahkan sampai ia bebas bersyarat pada Desember 2019, sosok Nus Kei tak pernah menjenguknya. 

John Kei akhirnya mengutus anak buahnya untuk menagih utang tersebut, namun hasilnya nihil.

Terkait penyerangan rumah Nus Kei, John Kei mengatakan itu merupakan salah satu cara pihaknya menagih utang. 

Namun, ia menampik memerintahkan pembunuhan terhadap Yustus Corwing Rahakbau, orang dekat Nus Kei.

Karier Politik Nus Kei

Di bidang politik, Nus Kei diketahui pernah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar untuk mengikuti kontestasi Pilkada di Maluku Tenggara pada 2024. 

"Agrapinus Rumatora sendiri telah mendaftar di Partai Golkar dan sejak empat bulan lalu telah mengantongi surat tugas dari DPP, untuk itu beliau sementara berkoordinasi dan melakukan pendekatan dengan beberapa partai lainnya," ucap perwakilan tim pemenangan Paulus Kameubun, dikutip dari TribunAmbon, Sabtu (18/5/2024).

(Kompas/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.