Laporan Wartawan Serambi Indonesia Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memastikan data pascabencana telah sepenuhnya sinkron dan valid. Kepastian tersebut disampaikan Dr. Nurdin dalam rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Aceh Tengah, Senin (20/4/2026).
Dr. Nurdin, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala II Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menyatakan tidak terdapat selisih antara data Posko dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) di Aceh Tengah.
“Seluruh data sudah clear 100 persen. Ini menunjukkan tata kelola data di Aceh Tengah sangat baik dibandingkan daerah lain yang masih menghadapi ketidaksinkronan,” ujarnya.
Baca juga: Ribuan KK Korban Banjir Bireuen Mulai Terima Dana Stimulan Ekonomi dan Bantuan Perabot
Ia menegaskan, akurasi data menjadi faktor kunci dalam percepatan penyaluran bantuan serta penanganan pascabencana. Dengan rampungnya data Masyarakat Terdampak Bencana (MDH), Aceh Tengah dinilai siap memasuki tahap lanjutan, khususnya pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang dinilai cepat dan responsif dalam proses pendataan di lapangan.
“Data yang kita miliki saat ini sudah lengkap dan berbasis kondisi riil di lapangan,” kata Haili.
Ia juga mengungkapkan, sebanyak enam kampung relokasi telah memiliki lahan yang siap digunakan. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung percepatan pembangunan huntara dan huntap, bahkan berpotensi menjadi percontohan penanganan pascabencana di daerah lain.
Meski demikian, Haili Yoga mengakui masih terdapat kendala, terutama terkait pengadaan lahan untuk sejumlah kampung yang belum memiliki lokasi relokasi hunian tetap.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPS Aceh Tengah, kepala SKPK terkait, para camat, serta Tim Sekretariat Kebencanaan Aceh Tengah. (*)