Kisah Sukarni, Supeltas di Jalanan Malang Berkebaya Jahitan Sendiri Demi Peringati Hari Kartini
Sarah Elnyora Rumaropen April 21, 2026 02:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Ada pemandangan menarik di salah satu ruas jalanan Kota Malang tepat pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). 

Seorang anggota Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), Sukarni tampak anggun mengenakan kebaya sambil sibuk mengurai kemacetan pagi hari.

Sukarni mengatur lalu lintas di pertigaan Jalan Semanggi Timur dan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. 

Meski mengenakan pakaian tradisional, Sukarni tetap sigap meniup peluit dan memberikan aba-aba kepada para pengendara yang melintas di tengah padatnya arus lalu lintas.

Baca juga: Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di UB Malang: 40 Peserta Absen Langsung Dinyatakan Gugur

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, Sukarni juga ramah terhadap pengguna jalan sambil mengucapkan 'Selamat Hari Kartini' kepada pengguna jalan wanita. 

Wanita 55 tahun itu mengungkapkan bagi kaum hawa, Hari Kartini adalah momentum istimewa yang harus dirayakan dengan luar biasa. 

Menurutnya, sosok Kartini masa kini harus memiliki pendirian yang teguh dan kuat dalam segala aspek kehidupan.

Kebaya Jahitan Sendiri

Menariknya, kebaya yang dikenakan Sukarni merupakan hasil jahitan tangannya sendiri. 

Di balik profesinya sebagai Supeltas, Sukarni ternyata juga memiliki keahlian menjahit. 

"Kebaya yang saya pakai tiap tahun ini selalu buatan saya sendiri," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatannya mengatur jalan.

Baca juga: Gajah Sumatera Betina Lahir di Batu Secret Zoo saat Hari Kartini, Menteri Raja Juli Beri Nama Diah

Persiapannya pun tidak main-main, Sukarni mengaku sudah menyiapkan kain dan menjahitnya sejak seminggu sebelum hari H. 

Bahkan pada hari peringatan, Sukarni sudah mulai berdandan sejak selesai waktu subuh agar bisa tepat waktu menuju titik tugasnya.

Perempuan yang sudah menjadi binaan Polresta Malang Kota ini, mulai berjaga sejak pukul 05.45 WIB, tepat saat arus kendaraan pelajar dan pekerja mulai memadati jalanan. 

11 Tahun Mengabdi Berhasil Kuliahkan Anak

Meski sering menghadapi pengendara yang tidak taat aturan, Sukarni tetap mengedepankan prinsip 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun).

"Tantangannya pasti ada, apalagi kalau ketemu orang yang tidak taat di jalan. Tapi sebagai Supeltas, kita harus sabar dan tetap humanis," tuturnya.

Dedikasi Sukarni di jalanan rupanya membuahkan apresiasi dari masyarakat. 

Tidak jarang, para pengguna jalan sengaja berhenti sejenak untuk memberikan bunga atau sekadar meminta foto bersama sebagai bentuk penghargaan atas semangatnya di Hari Kartini.

Baca juga: 2 Tahap Penipuan Sistematis SK CPNS dan PPPK Palsu Gresik, Gelombang Pertama Sasar 12 Orang

"Senang sekali, tadi ada orang jalan minta foto terus dikasih bunga. Ini bentuk apresiasi yang membuat saya makin semangat," jelasnya. 

Wanita yang berhasil menguliahkan tiga anaknya itu berpesan kepada pengguna jalan agar taat aturan dan tidak emosi di jalan. 

"Saya berpesan agar warga wajib taat aturan, jangan emosi dijalan agar aman, tertib dan gak macet," pungkasnya. 

Sukarni sudah mengabdi sebagai Supeltas selama 11 tahun, dan mengaku senang.

Meski banyak suara sumbang yang Ia dengar, namun Sukarni tidak memedulikannya dan tetap bekerja profesional. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.