TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Lonjakan harga avtur yang hampir mencapai 100 persen serta eskalasi konflik di Timur Tengah dipastikan tidak berdampak pada biaya maupun keberangkatan jamaah haji tahun 2026.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Muhaiminul Aziz Yunus, menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kedua kondisi tersebut.
“Memang kenaikan avtur minggu kemarin sangat luar biasa, hampir 100 persen,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Meski demikian, ia memastikan tidak ada tambahan biaya yang akan dibebankan kepada jamaah haji.
“Berdasarkan perintah presiden, tidak ada penambahan biaya haji,” tegasnya.
Baca juga: Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Yunus Ikut Retret Nasional di Akmil Magelang
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk menutup kenaikan biaya operasional akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat.
“Adanya kenaikan avtur akan ditanggung pemerintah, sudah disiapkan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun,” jelasnya.
Secara nasional, harga avtur tercatat mencapai Rp 23.551 per liter sejak 1 April 2026. Pemerintah pun menyiapkan berbagai skema untuk menekan dampak kenaikan tersebut, termasuk menjaga harga tiket pesawat agar tidak melonjak tinggi.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen yang ditanggung pemerintah untuk tiket kelas ekonomi domestik, serta melakukan penyesuaian fuel surcharge dan relaksasi pembayaran avtur bagi maskapai.
Baca juga: DPRD Kota Gorontalo Kebut Pembahasan Ranperda, Tiga Pansus Masih Berjalan
Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah juga menjadi perhatian. Namun hingga saat ini, kondisi tersebut belum berdampak pada rute penerbangan jamaah haji Indonesia, termasuk dari Gorontalo yang melalui embarkasi Makassar.
“Pengaruh eskalasi di Timur Tengah yang memanas itu, sampai sekarang belum berdampak terhadap rute penerbangan,” ujar Muhaiminul.
Ia menjelaskan, lokasi tujuan utama jamaah haji Indonesia, yakni Jeddah di Arab Saudi, relatif jauh dari titik konflik yang terjadi.
“Kalau di Arab Saudi itu mungkin pangkalan militer ada di Riyadh, sementara di Jeddah Alhamdulillah masih aman,” tambahnya.
Sebagai indikator, ia menyebut bahwa jamaah umrah yang sebelumnya berangkat dan kembali ke Indonesia tetap dalam kondisi selamat.
Selain itu, proses keberangkatan jamaah haji Indonesia juga mulai berjalan di sejumlah daerah, dengan kloter pertama telah masuk asrama dan dijadwalkan segera berangkat.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan aman, baik dari sisi biaya maupun operasional penerbangan.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan bahwa proses keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, dalam sosialisasi progres penyelenggaraan haji bersama media di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta pada Kamis, 16 April 2026.
“Seluruh tahapan operasional haji berjalan sesuai rencana. InsyaAllah, keberangkatan jemaah dimulai tepat waktu, dan seluruh layanan telah kami siapkan dengan optimal,” ujar Menhaj, dikutip dari laman haji.go.id, Minggu (19/4/2026).
Jadwal Operasional Keberangkatan Haji 2026
Berdasarkan jadwal operasional, jemaah haji mulai masuk asrama pada 21 April 2026.
Selanjutnya, keberangkatan ke Tanah Suci dilakukan secara bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Adapun puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 25–26 Mei 2026 saat wukuf di Arafah.
Sementara proses pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Selain jemaah, pemerintah juga telah mengatur keberangkatan petugas haji secara bertahap untuk memastikan kelancaran layanan di lapangan.
Tim pendahulu telah diberangkatkan sejak 13 April 2026.
Kemudian, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara dan Madinah menyusul pada 17 April 2026, serta PPIH Daerah Kerja Makkah dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026.
Baca juga: Menhaj Minta Petugas Haji Tidak Menyalahgunakan Kewenangan Dalam Layanan Jemaah Haji
Kesiapan Layanan Keberangkatan Haji 2026
Untuk mendukung operasional haji 2026, pemerintah menyiapkan 16 embarkasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk dua embarkasi tambahan di Cipondoh dan Yogyakarta.
Tak hanya itu, layanan fast track juga disediakan di empat bandara utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar.
Fasilitas ini bertujuan mempercepat proses keimigrasian jemaah sebelum tiba di Arab Saudi.
Menhaj menegaskan bahwa kesiapan layanan bagi jemaah, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, kini telah memasuki tahap akhir. (*)