Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekonomi Perempuan Desa Tana Duen Sikka Melalui Program SAPA TANA 
Hilarius Ninu April 21, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maumere menginisiasi kegiatan pengelolaan sampah melibatkan kaum perempuan di Desa Tana Duen, Kabupaten Sikka.

Kegiatan pemberdayaan ini dinami SAPA TANA atau Sampah Jadi Pangan dan Tanaman. Program ini ada sejak tahun 2025 lalu melalui pemetaan sosial dan diskusi bersama masyarakat setempat. 

Dari pemetaan dan diskusi itu, terungkap potensi besar yang belum tergarap seperti lahan pertanian yang subur, persoalan sampah yang belum tertangani optimal, serta peluang pemberdayaan perempuan yang masih terbuka lebar.

Program SAPA TANA ini berjalan dalam kolaborasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kangae, dan pemerintah Desa Tana Duen.

Baca juga: PT Pertamina Patra Niaga Bangun Fuel Terminal Terbesar di Maumere Flores NTT

Elisabeth Wisang, salah satu warga yang tergabung dalam program ini. Menurut Elisabeth, kegiatan ini mengubah cara pandangnya sebagai ibu rumah tangga. Sampah rumah tangga yang biasanya dibuang kini bisa diolah menjadi pupuk untuk tanaman di pekarangan.

“Sebelumnya saya hanya ibu rumah tangga yang bergantung pada penghasilan suami. Sekarang, kami sudah bisa sedikit demi sedikit berkontribusi dalam perekonomian keluarga,” tuturnya dengan senyum bangga.

Sementara itu, Maria Leni, melihat SAPA TANA sebagai ruang yang menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar kegiatan ekonomi.

“Sejak ada program SAPA TANA, saya jadi punya banyak teman dan berkontribusi dalam keberlanjutan kelompok,” ujarnya.

Baca juga: Sukses Kelola Lingkungan, Pertamina Jatimbalinus Borong Penghargaan PROPER 2025

Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan kelompok rentan berbasis potensi lokal.

“Melalui Program SAPA TANA, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa. Kami percaya, ketika perempuan diberi ruang dan akses yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama dalam pembangunan yang berkelanjutan,” jelas Ahad.

Sejalan dengan semangat Hari Kartini, Ahad berharap melalui SAPA TANA yang tengah berjalan di Desa Tana Duen menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan lingkungan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.