Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Kasus dugaan penculikan dan kekerasan seks terhadap siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumedang menjadi sorotan berbagai pihak.
Ketua Yayasan Peduli Generasi Muda sekaligus penanggung jawab LKSA Senandung PERADA Sumedang, Retno Ernawati, menekankan pentingnya sistem deteksi dini (early warning system/EWS) di lingkungan keluarga dan sekolah untuk mencegah kasus serupa.
Menurut Retno, keluarga seharusnya menjadi pihak paling sensitif dalam membaca perubahan perilaku anak. Ia menilai, dalam kasus ini, indikasi persoalan pada korban diduga sudah muncul, namun penanganannya belum berjalan selaras.
“Ketika anak mengalami masalah, orang tua biasanya bisa merasakan. Tapi yang penting adalah bagaimana solusi yang diambil bisa sejalan dan tidak memicu anak menjauh,” kata Retno kepada Tribun, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, orang tua saat ini menghadapi tantangan besar dari pengaruh lingkungan luar yang tidak selalu ramah bagi anak. Di sisi lain, anak juga akan kesulitan jika peran orang tua tidak berjalan efektif.
Baca juga: Motif Guru Culik dan 8 Kali Gauli Siswi SD di Sumedang, Kenal di Aplikasi Kencan Bayar Rp 600 Ribu
Retno menekankan pentingnya komunikasi yang kuat dalam keluarga tanpa saling menyalahkan, melainkan berfokus pada penyelesaian masalah secara bersama.
Selain di lingkungan keluarga, ia juga menyoroti peran sekolah dalam mendeteksi dini persoalan siswa. Menurutnya, guru dan layanan bimbingan konseling harus mampu menangkap sinyal awal permasalahan anak.
“Harus ada komunikasi yang kuat antara guru dan orang tua agar persoalan anak bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Sebelumnya Tim Resmob Polres Sumedang telah Indra (34), warga Dusun/Desa Cijeler RT03/03 Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
Guru bejat tersebut ditangkap saat membonceng siswi kelas VI Sekolah Dasar di wilayah Sumedang Utara pada Minggu (19/4/2026) pukul 13.00 di Jalan Raya Sumedang -Wado, tepatnya di kawasan Sukatali, Kecamatan Situraja. Sebelumnya, NAM, dilaporkan hilang dari rumahnya selama dua hari, atau pada Jumat (17/4/2026) siang.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan motif utama perkara ini dilatarbelakangi dorongan nafsu birahi.
"Motif pelaku didasari nafsu birahi," kata Kapolres, Senin (20/4/2026).
Kapolres mengatakan, awal mula perkenalan pelaku dengan korbannya di sebuah aplikasi kencan (Michat).(*)