TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) terus menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi unggulan di Papua Barat dengan fokus mencetak lulusan siap kerja dan berdaya saing.
Direktur Polinef, Muhammad Nur, menyatakan bahwa sistem pendidikan vokasi di kampus tersebut menitikberatkan pada praktik dibanding teori.
“Mahasiswa dibekali keterampilan langsung melalui laboratorium, bengkel, hingga praktik lapangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, model pendidikan berbasis praktik membuat lulusan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu langsung bekerja di lapangan.
Program studi yang tersedia pun dirancang selaras dengan kebutuhan pembangunan Papua Barat, mulai dari teknik sipil, teknik mesin, teknik listrik, agribisnis, hingga informatika.
Keunggulan lain ditunjukkan melalui penerapan Teaching Factory (TEFA), yakni konsep pembelajaran yang meniru sistem kerja industri.
“Melalui pendekatan ini, mahasiswa dilatih menyelesaikan persoalan nyata berbasis proyek dan problem solving sejak masih di bangku kuliah,” jelas Muhammad Nur.
Baca juga: Kampus Polinef Bahas Strategi dan Prioritas Penguatan Institusi dalam RKT 2026
Dengan sistem tersebut, peluang kerja bagi lulusan Polinef dinilai lebih terbuka.
Kompetensi spesifik dan pengalaman praktik yang kuat membuat lulusan lebih mudah terserap di dunia kerja, baik di sektor industri maupun proyek pembangunan daerah.
Sebagai kampus vokasi negeri yang berlokasi di Fakfak, Polinef juga memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau bagi masyarakat lokal.
“Perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat,” tambahnya.
Selain itu, Polinef aktif menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan bagi pelaku UMKM serta penerapan teknologi tepat guna.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Polinef semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi muda Papua Barat yang siap kerja dan mampu berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.