UTBK SNBT 2026 di Universitas Negeri Malang, Panitia Siapkan Baju Khusus Antisipasi Kecurangan
Eko Darmoko April 21, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Panitia pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Universitas Negeri Malang (UM) menyiapkan baju khusus untuk mengantisipasi kecurangan.

Baju khusus tersebut berwarna putih dan akan digunakan oleh para peserta, apabila pakaian yang mereka dikenakan terdeteksi oleh Metal Detektor.

Hal ini dilakukan, guna mengantisipasi adanya tindakan kecurangan yang terjadi selama proses UTBK 2026 berlangsung di UM.

Di mana pelaksanaan UTBK SNBT di UM berlangsung mulai 21-28 April 2026.

"Kami siapkan baju khusus seperti kemeja putih agar nanti bisa dipakai oleh peserta."

"Ada 12 yang kami sediakan agar bisa dipakai oleh peserta seandainya baju yang mereka pakai terdeteksi oleh Metal Detektor," kata Direktur Pendidikan Prof Evi Eliyanah SS MA PhD kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/4/2026).

Antisipasi dengan menyiapkan baju khusus itu dilakukan, setelah UM pernah mendapati tindak kecurangan pada saat pelaksanaan UTBK SNBT pada tahun 2022 silam.

Saat itu, ada peserta yang kedapatan membawa kamera kecil yang diselipkan pada kancing kemejanya.

Kamera kecil tersebut sampai saat ini masih menjadi barang bukti tindak kecurangan dan masih disimpan dengan baik oleh UM.

Barang bukti kini berfungsi sebagai alat tes, sebelum pelaksanaan UTBK berlangsung.

Baca juga: Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di UB Malang: 40 Peserta Absen Langsung Dinyatakan Gugur

"Waktu itu yang terdeteksi adalah kamera di kancing kemeja."

"Makanya kami kan selalu menyediakan baju khusus, karena kalau sudah di metal gini kemudian bunyi tapi tidak ditemukan apa pun, itu kan patut dicurigai sehingga langsung diganti," ungkapnya.

Selain itu, untuk mencegah kecurangan, pihak panitia UTBK di UM juga menyediakan masker bagi para peserta yang memakai behel gigi.

Masker tersebut sudah disediakan di setiap ruangan kelas dan diwajibkan untuk dipakai oleh para peserta yang memakai behel.

"Tahun lalu itu ada yang kasus behel gigi yang diselipkan kamera mikro. Meskipun tidak di sini kejadiannya, tetapi sudah kami antisipasi."

"Dengan adanya masker tersebut bertujuan untuk supaya kalau ada kecurangan bisa dicegah," kata Kepala Subdit Seleksi Direktorat Pendidikan, Dr Rizky Firmansyah SE MSA CFP.

Sementara itu, jumlah peserta UTBK SNBT 2026 di UM mencapai 19.640 orang dengan jumlah peminat yang ingin masuk ke UM mencapai 45.939 orang.

Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya ialah penyandang disabilitas.

Total terdapat 67 ruang ujian yang tersebar di berbagai fakultas dengan dukungan 1.300 unit komputer.

Untuk mendukung kelancaran ujian, UM mengerahkan 1.009 pengawas yang telah mendapatkan pelatihan dan menandatangani pakta integritas. 

Baca juga: Bangunan SDN 2 Mulyoagung Kabupaten Malang Rusak, Dinas Cipta Karya Turunkan Tim untuk Mengecek

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Hariyono MPd, mengatakan bahwa peserta yang hadir untuk mengikuti UTBK di UM cukup disiplin.

Proses pelaksanaan di hari pertama ini menurutnya juga berjalan dengan cukup lancar.

Meskipun evaluasi secara menyeluruh belum dapat disimpulkan karena baru pelaksanaan di hari pertama.

"Yang bisa kami laporkan adalah apa yang terjadi kemarin dan hari ini."

"Secara umum pelaksanaannya bagus, peserta juga datang lebih awal, rata-rata sejak pukul 06.00 pagi untuk memastikan lokasi ujian," ujarnya.

Salah satu kebijakan baru tahun ini adalah peserta tidak bisa lagi memilih lokasi kampus secara spesifik, melainkan hanya kota tujuan.

Penempatan lokasi sepenuhnya diatur panitia pusat.

Menurut Hariyono, kebijakan tersebut diambil untuk meminimalisasi praktik kecurangan yang sebelumnya diduga dilakukan secara sistematis.

"Dulu ada indikasi peserta memilih lokasi yang sama untuk mempermudah praktik tidak jujur, bahkan dengan alat bantu tertentu. Sekarang itu diantisipasi oleh panitia pusat," tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.