Waspada! Kemarau di Kendal Tahun Ini Diprediksi Lebih Panas dan Panjang
raka f pujangga April 21, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Musim kemarau di Kabupaten Kendal diprediksi akan terjadi mulai Mei, dengan puncaknya sekitar bulan Agustus 2026.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan, dalam rentan waktu tersebut sejumlah wilayah di Kendal berpotensi dilanda kekeringan.

Menurut Iwan, kekeringan biasanya melanda wilayah Kendal bagian atas serta wilayah Kecamatan Ringinarum.

Baca juga: Musim Kemarau 2026 Segera Datang, 7 Daerah di Jateng Ini Berpotensi Mengalami Kekeringan Panjang

Adapun Kendal bagian Pantura mayoritas masih aman dari kekeringan.

"Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, untuk kekeringan rata-rata terjadi di Kendal bagian atas, seperti di Kecamatan Patean dan sekitarnya. Untuk Kendal kota aman," katanya, Selasa (21/4/2026).

Iwan menerangkan, tahun ini kekeringan berpotensi lebih parah akibat dampak dari fenomena El Nino Godzilla. 

Hal ini membuat pemanasan suhu permukaan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dengan skala jauh lebih besar daripada El Nino biasa.

"Diprediksi menyebabkan musim kemarau yang lebih panas, panjang, dan kering," imbuhnya.

Sebagai langkah mitigasi, pihaknya telah menyiapkan 100 tangki air yang akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Iwan menuturkan kapasitas satu tangki bisa memuat 5 ribu liter air bersih yang bisa digunakan warga untuk keperluan sehari-hari.

"Kita ketersediaan armada ada 3 truk tangki, ada yang 5 ribu liter sama 4 ribu liter yang siap memasok kebutuhan air warga saat kekeringan," paparnya.

Iwan mengatakan saat ini Kendal dilanda musim Pancaroba. Pada fase ini, kondisi cuaca cenderung tak menentu, ditandai dengan perubahan cepat antara cuaca panas terik saat siang hari.

Kemudian hujan turun secara tiba-tiba saat sore maupun malam hari.

"Di Kendal saat ini kalau siang panas, dilanjut malamnya sering hujan," katanya.

Iwan menambahkan kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir April sebelum berganti menjadi kemarau mulai Mei hingga Agustus.

Dia pun meminta warga untuk menyediakan tampungan air saat hujan turun sebagai antisipasi menuju musim kemarau.

"Warga bisa mulai menampung air untuk antisipasi. Karena biasanya saat musim kemarau itu beberapa wilayah di Kendal mengalami kekeringan," sambungnya.

Potensi Karhutla

Sebelumnya, Sekretaris BMKG Guswanto dalam rapat daring bersama Polri di Polres Kendal meminta warga mewaspadai fenomena El Nino Godzilla. 

Dalam kondisi ini, cuaca akan lebih terasa panas menyengat akibat adanya pemanasan suhu di Samudra Pasifik.

Menurutnya, fenomena ini berpotensi menyebabkan kemarau panjang di Indonesia bahkan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Guswanto memprediksi, puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September.

"Fenomena ini pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2015," terangnya. 

Selain meningkatkan risiko karhutla, kondisi ini juga diprediksi berdampak pada sektor pangan, termasuk potensi kenaikan harga beras.

"Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras," imbuhnya.

Kabag SDM Polres Kendal Kompol Ryke Rhimadhila mengatakan pihaknya ikut bersiaga menghadapi potensi dampak El Nino Godzilla yang bisa menyebabkan karhutla dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral. 

"Tentunya kami akan meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah Kabupaten Kendal,” ujar Ryke.

Baca juga: BPBD: Efek El Nino Bikin Kemarau Lebih Lama, Pemprov Jateng Persiapkan Kebutuhan Air Bersih Warga

Administratur KPH Perhutani Kendal Muhadi menambahkan pihaknya juga melakukan patroli rutin bersama Polri dengan mengecek titik-titik rawan kebakaran di hutan. 

Pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran guna membuka lahan baru.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mengantisipasi dampak El Nino dan potensi karhutla di Kendal," tandasnya. (ags) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.