Suasana Jelang Pemakaman Nus Kei, Bakal Dimakamkan di TPU Langgur Maluku Tenggara
Glery Lazuardi April 21, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan orang menghadiri ibadat pemakaman mendiang Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Gereja Paroki Santo Joseph, Selasa (21/4/2026) sore.  

Ibadah dipimpin Pastor Thomas Ratuanak, Pr. dan Pastor Frans Lesomar, MSC, berlangsung khidmat dengan kehadiran kerabat, keluarga, handai taulan, hingga saudara pela. 

Pantauan di lokasi, bangku gereja penuh terisi, sementara di luar puluhan kendaraan memenuhi ruas Jalan Jenderal Soedirman.  

Meski ramai, lalu lintas tetap lancar berkat pengaturan petugas. 

Polres Maluku Tenggara mengerahkan 80 personel untuk mengamankan prosesi, ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Landmark, Gereja Ohoijang, Masjid Raudha, hingga perempatan Stadion.  

Kasi Humas Polresta Malra, Ipda Wandi Puasa, menegaskan pengamanan dilakukan agar prosesi berjalan tertib. 

Informasi yang dihimpun, jasad Nus Kei dimakamkan di TPU Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, sore ini. 

Kronologi Penikaman Nus Kei  

Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia usai ditikam pada Minggu (19/4/2026). 

Peristiwa penikaman tersebut terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, sekitar pukul 12.00 WIT, tepat saat korban baru tiba dari Jakarta. 

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa korban diserang ketika berada di pintu keluar bandara. 

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau," ujarnya dalam keterangannya di Ambon, Senin (20/4/2026). 

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.  

Sementara itu, korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis. 

Namun, nyawa Nus Kei tidak tertolong akibat luka serius yang dideritanya. 

Tak berselang lama setelah kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. 

"Petugas dengan dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian," ujarnya. 

Menurut Rositah, kedua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara. 

"Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36) tadi sudah tiba di Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

(TRIBUNAMBON/TRIBUNNEWS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.