BPJN Bantah Perbaikan Gombel Lama Terkait Pembangunan Pakuwon Mall, Ini Alasannya
raka f pujangga April 21, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Polemik perbaikan Jalan Gombel Lama di Kota Semarang akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tengah–DIY menegaskan, proyek tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pembangunan Pakuwon Mall yang berada di kawasan sekitar.

PPK 3.3 Provinsi Jawa Tengah, Alfan Noor Rizal, menegaskan perbaikan jalan sudah direncanakan jauh sebelum proyek pembangunan lain muncul.

“Perbaikan ini sudah kami rencanakan sejak dua tahun lalu. Jadi tidak ada hubungannya dengan pembangunan mall,” ujarnya saat ditemui Tribun Jateng di kantornya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Hari Pertama Penutupan Jalan Gombel Lama, Arus Tersendat Hingga Halte BRT Tak Berfungsi

Penegasan tersebut dikatakannya menjawab spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait waktu pelaksanaan proyek yang berdekatan.

BPJN menyebut, pendekatan perbaikan kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu hanya dilakukan penambalan di permukaan, kini perbaikan dilakukan secara menyeluruh hingga ke struktur dasar jalan.

Menurut Alfan, kerusakan di turunan Gombel Lama tidak hanya disebabkan amblesan atau patahan tanah, tetapi juga dipicu tingginya muka air tanah.

“Musuh utama jalan itu air. Di sana air tanahnya tinggi, jadi kalau tidak ditangani dari bawah, pasti rusak lagi,” jelasnya.

Sebagai solusi, BPJN akan memasang sistem subdrain untuk mengalirkan air tanah menuju saluran yang bermuara ke sendang di kawasan Gombel. 

Aliran tersebut akan diarahkan ke titik terendah agar tidak lagi mengganggu struktur jalan.

Selain itu, pondasi lama yang selama ini berada di bawah trotoar akan dibongkar total dan diganti dengan struktur baru yang lebih kuat. 

Pengaspalan juga dilakukan dalam dua lapisan untuk meningkatkan daya tahan.

Tak hanya itu, kondisi tanah yang labil juga menjadi perhatian utama. BPJN akan melakukan penguatan struktur hingga kedalaman 28 meter, jauh di bawah titik longsoran yang mencapai sekitar 12 meter.

Metode yang digunakan pun cukup kompleks, mulai dari bore pile, mini pile, hingga pemasangan geotekstil dan lapisan drainase khusus di bawah permukaan tanah.

“Kami tidak bisa setengah-setengah. Ini harus digali total karena amblesannya sudah sampai badan jalan,” tegas Alfan.

Proyek ini merupakan bagian dari paket pekerjaan senilai Rp 181 miliar, dengan alokasi khusus sekitar Rp 17 miliar untuk penanganan Gombel Lama.

Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tujuh bulan sejak dimulai pada 20 April 2026. 

Meski demikian, BPJN berupaya mempercepat pengerjaan menjadi tiga hingga empat bulan dengan memanfaatkan musim kemarau.

Namun, Alfan menegaskan percepatan tidak akan mengorbankan kualitas.

“Semua tahapan harus dilakukan dari bawah. Tidak bisa langsung pengaspalan,” katanya.

Di tengah proyek besar ini, dampak ekonomi mulai dirasakan warga, terutama pelaku UMKM di sepanjang jalur Gombel Lama. 

Aktivitas yang biasanya ramai kini menurun drastis akibat penutupan jalan.

Baca juga: Terjebak Rekayasa Gombel, Lansia 60 Tahun Kesulitan Berhentikan Bus Trans Semarang di Pinggir Jalan

Meski demikian, BPJN memastikan tidak ada kompensasi bagi warga terdampak.

“Ini untuk kepentingan umum. Jalan nantinya bisa digunakan gratis oleh masyarakat, bukan seperti jalan tol,” ujar Alfan.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur pemberian kompensasi dalam proyek perbaikan jalan, selama tidak ada pembebasan lahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.