Kursi Roda Tak Surutkan Semangat Rahma Menggapai Cita-Cita Lewat UTBK-SNBT di ISBI Bandung
Kemal Setia Permana April 21, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rahma Rahayu (20), seorang penyandang disabilitas duduk di atas kursi roda saat akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Selasa (21/4/2026).

Dengan didampingi sang ibu, Rahma tampak sabar saat menunggu jadwal pelaksanaan UTBK-SNBT tersebut. Meski memiliki keterbatasan fisik, tak menyurutkan semangatnya untuk masuk ke perguruan tinggi idaman.

Rahma pun tampak santai dan tak terlihat wajah tegang karena dia sudah melakukan persiapan matang untuk mengikuti UTBK-SNBT tersebut. Nantinya, dia akan didampingi oleh panitia saat mengikuti tes di ruangan khusus.

Sebelum masuk ke ruang khusus, Rahma yang didampingi oleh sang ibu langsung menyerahkan berkas kepada pihak panitia. Dengan persiapan yang matang, dia pun merasa yakin akan lolos UTBK dan masuk ke perguruan tinggi.

"Daftar ke Unpad jurusan Sosiologi. Suka katanya, suka berinteraksi sama masyarakat dan melihat banyak kaum disabilitas," ujar ibu kandung Rahma, Diah Komala (50) saat ditemui di ISBI Bandung, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: ISBI Bandung Punya Jurus Jitu Cegah Joki Saat Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026

Selain itu, Rahma memiliki alasan yang mengharukan memilih jurusan Sosiologi di Unpad. Dia mengaku ingin turut memperhatikan para penyandang disabilitas demi mengejar cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

"Jadi (Rahma) ingin memajukan sesama disabilitas untuk mencapai harkat dan mengejar cita-citanya. Yakin banget (lulus) karena berbulan-bulan belajar," katanya.

Selama ini, kata Diah, anak kesayangannya itu suka menulis buku, membuat sajak. Bahkan jika ada event khusus untuk disabilitas, dia pun suka terlibat seperti membaca sajak yang sudah ditulis oleh dia sendiri.

"Jadi kalau nanti bisa diterima syukur ya, kalaupun ini kita (terima), yang penting dia bisa mengembangkan bakatnya. Memang gemar menulis, mengarang," ucap Diah.

Calon peserta UTBK-SNBT lulusan dari SLB Karya Bakti Kota Bandung yang lulus dua tahun lalu itu baru kali ini mengikuti tes karena selama itu, dia fokus untuk mengembangkan bakatnya.

"Kemarin enggak (ikut UTBK), kita mengembangkan bakat saja. Gak bakal tahu informasinya bisa lanjut ke pendidikan tinggi," ujarnya.

20 Penyandang Disabilitas Ikuti UTBK -SNBT 2026

Ketua Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung, Indra Ridwan mengatakan, ada 20 penyandang disabilitas yang mengikuti seleksi UTBK-SNBT 2026. Sehingga seluruh fasilitas dan peralatan untuk mendukung peserta disabilitas tersebut dipastikan terpenuhi.

Indra mengatakan, seluruh fasilitas kampus sudah dipersiapkan dengan matang untuk tes seleksi khusus penyandang disabilitas. Nantinya, disabilitas akan mengikuti seleksi di ruangan khusus tidak digabungkan dengan peserta lainnya.

"Tahun ini kebetulan ISBI Bandung ada hal yang sangat spesifik, terkait dengan disabilitas, itu kita di tahun ini ada 20 orang yang disabilitas. Jadi kita coba laksanakan," ujar Indra.

Baca juga: Kuota Haji Cirebon 2026 Anjlok Drastis, Jemaah Berangkat 8 Mei 2026 Melalui Embarkasi Indramayu

Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung, Redhiana Langen Tresna mengatakan, tempat khusus diberikan karena penyandang disabilitas berbeda-beda, tidak semuanya sama. Sehingga, petugas memisahkan sesuai kemampuan atau tidak digabungkan dengan yang lainnya.

"Seluruh peserta disabilitas melaksanakan ujian hari ini di sesi siang yang memang oleh panitia ditempatkan satu ruang kami konfirmasikan semuanya ada 13 orang tuna rungu, ada tujuh orang tuna tunadaksa, tiga orang pakai kursi roda, ada satu peserta yang mengerjakan ujian dengan kaki," kata Redhiana.

Redhiana mengatakan, ruangan khusus disabilitas ini diatur menyesuaikan dengan kemampuan dari peserta, seperti letak meja komputer dan juga beberapa hal lainnya. Bahkan, petugas memberikan bantuan petugas yang membacakan soal khusus peserta disabilitas dengan tunadaksa.

"Kami juga tanya kepada peserta kebutuhan khusus apa, salah satu peserta mengatakan ada tunadaksa bisa melaksanakan ujian kalau dibacakan sehingga butuh pendamping dan kami akomodir. Menggunakan kursi roda, jadi kami pisahkan," kata dia.

Petugas pelaksana UTBK-SNBP 2026 di ISBI Bandung juga, kata dia, melakukan verifikasi secara menyeluruh kepada para peserta disabilitas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan oleh oknum yang mengaku disabilitas ternyata tidak dalam kondisi tersebut. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.