TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pemberdayaan perempuan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga hingga pengawasan kesejahteraan sosial mulai diperkuat melalui berbagai program strategis di Kabupaten Malinau (21/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak atau HKG PKK yang dirangkaikan dengan hari ulang tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau.
Pelaksanaan agenda tahunan tersebut melibatkan partisipasi ibu-ibu di lingkungan pemerintah daerah yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini.
Ketua Tim Penggerak PKK Malinau Maylenty Wempi menjelaskan bahwa gerakan tersebut berlandaskan pada peran sentral perempuan dalam mengelola rumah tangga dan ekonomi keluarga.
Baca juga: Peringati Hari Kartini 2025, Pemprov Kaltara Hadirkan 2 Sosok Perempuan Inspiratif
"Kenapa gerakan ini berlandasan perempuan untuk gerakan keluarga membangun ekonomi karena memang dimulai dari ibu-ibu itu sendiri kalau di pkk ibu-ibu diminta untuk bergerak dari keluarga dan di pkk juga ada laki-laki dan keluarga itu kita minta bergerak untuk melihat kondisi keluarga anak-anak seperti apa pendidikannya seperti apa kemudian kelanjutan pendidikannya seperti apa sampai nanti remaja pergaulannya seperti apa itu menjadi gerakan yang kita lakukan," ujar Maylenty Wempi.
Fokus gerakan ini mencakup pemantauan kondisi anak mulai dari masa kehamilan, persiapan pernikahan, hingga pemantauan pergaulan remaja di lingkungan keluarga.
Selain aspek sosial, kemandirian ekonomi keluarga menjadi target utama melalui berbagai pelatihan produktif bagi para ibu rumah tangga agar memiliki penghasilan tambahan.
Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga atau UP2K menjadi instrumen utama dalam mendorong produktivitas perempuan di tingkat desa dan kecamatan.
"Banyak pelatihan yang pkk buat kemudian nanti menjadi ibu yang produktif itu tadi up2k usaha peningkatan pendapatan keluarga kemudian nanti lansia itu juga jadi perhatian pkk lansia menjadi perhatian pkk bagaimana mereka harus rajin ke posyandu rajin mengecek kesehatan begitulah gerakan yang perempuan atau keluarga-keluarga di malinaw lakukan," ungkapnya.
Peringatan ini diharapkan mampu mendorong kaum perempuan di Malinau untuk menjadi teladan dalam keluarga guna menciptakan perubahan positif di lingkungan masyarakat secara luas.
(*)
Penulis : Mohammad Supri