Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung menyebut kenaikan harga gas elpiji 12 kg sangat berdampak terhadap pelaku usaha.
Sekretaris PHRI Lampung Friandi Indrawan menyarankan pelaku usaha hotel dan restoran mencari alternatif pengganti elpiji, seperti gas bumi yang merupakan produk Perusahaan Gas Negara (PGN).
Friandi menyebut, lonjakan harga tersebut menjadi perhatian serius karena gas merupakan komponen penting dalam operasional hotel.
Menurutnya, kebutuhan gas di sektor perhotelan tidak hanya terbatas pada dapur, tetapi juga mencakup layanan laundry hingga operasional boiler untuk pemanas air.
Kondisi ini membuat kenaikan harga elpiji berpotensi menambah beban biaya operasional hotel secara signifikan.
Meski demikian, Friandi mengungkapkan sebagian hotel di Lampung mulai beralih menggunakan layanan gas bumi.
Pasalnya, harga gas yang disalurkan melalui pipa tersebut dinilai lebih stabil dan hingga kini belum mengalami kenaikan.
"Bagi hotel yang sudah menggunakan gas PGN, dampaknya belum terlalu terasa karena harganya relatif lebih murah dibandingkan gas tabung," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan gas di hotel memiliki peran vital, mulai dari proses memasak di dapur, pengeringan pada layanan laundry, hingga pemanasan air menggunakan boiler.
Bahkan, beberapa hotel masih mengandalkan bahan bakar alternatif seperti solar dan batu bara untuk operasional tertentu, meski dinilai kurang efisien dibandingkan gas.
Namun, tidak semua hotel dapat menikmati layanan PGN.
Keterbatasan jaringan pipa masih menjadi kendala utama.
Saat ini, distribusi gas PGN baru menjangkau sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandar Lampung.
Sejumlah wilayah yang telah terlayani di antaranya Jalan Raden Intan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Ahmad Yani.
Sementara itu, hotel yang berada di jalan-jalan nonprotokol, seperti Jalan Majapahit, belum tersentuh jaringan gas tersebut.
PHRI Lampung pun berharap PGN dapat memperluas jangkauan jaringan pipanya agar seluruh hotel di Lampung bisa mengakses energi yang lebih efisien dan menekan biaya operasional di tengah kenaikan harga elpiji.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )