Ketua parlemen Iran melontarkna peringatan keras kepada pasukan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.
Di mana, Mohammad Bagher Ghalibaf mengaku bahwa pasukan Iran siap mengeluarkan "kartu baru" di medan peperangan.
Mengutip Al Arabiya pada (21/4), hal ini diutarakan oleh Ghalibaf dalam unggahannya di X pada Selasa (21/4/2026).
Lebih tepatnya, Ghalibaf menyatakan bahwa Iran tidak menerima negosiasi di bawah ancaman.
Sekaligus mengaku bahwa dalam dua minggu terakhir, pasukan Iran telah bersiap untuk menunjukkan “kartu baru” di medan perang.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang,” tulis Ghalibaf, negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, di X.
Ia pun menilai Trump mencoba menggeser meja perundingan menjadi ajang penyerahan diri.
Adapun, pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan AS–Iran, di tengah ketidakpastian kehadiran pihak Iran.
Sementara itu, kedua negara saling menuding melanggar gencatan senjata yang diperkirakan berakhir pekan ini.