UPAYA pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat terus dipercepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri berbasis Sepablock ke Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam.
Sebelumnya, program huntap mandiri dengan memanfaatkan produk bata interlock dari PT Semen Padang ini telah lebih dulu diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.
Di Kabupaten Limapuluh Kota, pembangunan dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis (16/4/2026) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal dan Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.
Rustian menjelaskan, penggunaan Sepablock dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, mulai dari ramah lingkungan, proses pemasangan yang cepat, hingga struktur bangunan yang lebih tahan terhadap gempa.
“Sepablock menjadi solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan untuk pembangunan huntap,” ujarnya.
Baca juga: PT Semen Padang Kirim Shell Kiln Narogong 2, Garap Proyek Industri Alat Berat Rp3,875 Miliar
Ia menambahkan, percepatan pembangunan menjadi faktor penting agar masyarakat terdampak yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) dapat segera menempati rumah permanen.
Selain BNPB, sejumlah pihak seperti organisasi kemanusiaan Buddha Tzu Chi dan kalangan dunia usaha melalui Kadin juga telah memanfaatkan Sepablock untuk pembangunan huntap di berbagai daerah.
BNPB bahkan berencana memperluas penggunaan Sepablock ke wilayah lain seperti Aceh dan Sumatera Utara yang juga terdampak bencana hidrometeorologi.
Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut konsep huntap mandiri memberi fleksibilitas bagi masyarakat, terutama yang memiliki lahan sendiri.
Saat ini, tercatat 47 kepala keluarga di Limapuluh Kota siap direlokasi ke huntap mandiri. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring proses relokasi yang lebih cepat dibandingkan huntap terpadu.
“Penggunaan Sepablock ini mampu menghadirkan rumah tipe 36 yang layak huni, nyaman, dan aman bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Groundbreaking Huntap di Kuranji, BNPB Juga Percayakan Sepablock di Sumut dan Aceh
Di Kabupaten Agam, Wakil Bupati Muhammad Ikbal juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, huntap mandiri menjadi solusi fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Agam, Rinaldi, menambahkan total huntap mandiri yang dibangun BNPB di daerahnya mencapai 1.089 unit.
“Percepatan pembangunan menjadi prioritas agar masyarakat segera beralih dari huntara ke hunian tetap yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Dari sisi penyedia material, PT Semen Padang memastikan kesiapan pasokan Sepablock dan semen untuk mendukung pembangunan tersebut.
Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menyatakan bahwa Sepablock mampu menjamin kualitas bangunan yang kokoh dan layak huni dalam jangka panjang.
“Hunian yang dibangun akan lebih nyaman dan kuat, sehingga aman untuk ditempati masyarakat dalam waktu lama,” katanya.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang. (RLS)