Warga Kenten Laut Protes Krisis Air Bersih, Pasang Spanduk 'Selamat Datang di Kawasan Sulit Air'
tarso romli April 21, 2026 07:27 PM

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Warga Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, meluapkan kekecewaannya terhadap buruknya pelayanan PDAM Tirta Betuah. Sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang tak kunjung teratasi, warga memasang sejumlah spanduk di sepanjang Jalan Pangeran Ayin, Selasa (21/4/2026).

Pantauan di lapangan, sebuah spanduk mencolok bertuliskan "Selamat Datang di Kawasan Sulit Air Bersih" terpasang di gapura pintu masuk kawasan tersebut.

Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi warga yang selama berbulan-bulan hanya mendapatkan pasokan air yang tidak menentu dan berkualitas buruk.

Ahmad (46), salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa pelayanan PDAM di wilayahnya jauh di bawah standar.

Selain jadwal pengaliran yang tidak menentu, kualitas air yang diterima warga sering kali berwarna kuning dan berbau.

"Terkadang air hanya mengalir dua kali dalam seminggu. Itu pun kondisinya kuning dan bau, pokoknya tidak layak pakai. Kalau dipakai mandi, kulit sering terasa gatal," ujar Ahmad dengan nada geram, Selasa (21/4/2026).

Ahmad menambahkan, meski pasokan air sangat minim, warga tetap dibebankan tagihan bulanan yang normal.

"Kadang sebulan hanya lima kali hidup (mengalir), tapi bayarannya tetap penuh. Kami merasa sangat dirugikan karena air adalah kebutuhan pokok," tambahnya.

Senada dengan Ahmad, warga lainnya bernama Prasetyo mengaku harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sanitasi keluarganya.

Ia terpaksa menampung air di wadah-wadah besar hingga mengambil air dari sumur tetangga agar anak-anaknya bisa mandi.

"Karena sering mati, kami akali dengan menampung di baskom-baskom. Tapi kalau sudah berhari-hari mati, ya habis juga stoknya. Terpaksa numpang air sumur warga lain," keluhnya.

Warga Kenten Laut kini mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Betuah. 

Pasalnya, keluhan yang disampaikan langsung ke pihak PDAM selama ini dianggap tidak membuahkan hasil jangka panjang.

"Kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Banyuasin. Kalau kami protes ke PDAM, paling bagus seminggu, setelah itu balik lagi macet. Kami butuh solusi permanen," pungkas Prasetyo.

Baca juga: Tak Ada Biaya Jemput Jenazah, Keluarga Ikhlaskan Rahmat Julianto Dimakamkan di Kamboja

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.