Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lampung membeberkan perbedaan persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 Masehi dibanding tahun sebelumnya yang masih di bawah naungan Kementerian Agama.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, Ansori F Citra, mengatakan perbedaan terdapat pada aspek kebijakan teknis, mulai dari dokumen hingga barang bawaan.
Perubahan pertama terdapat pada skema pembagian Kartu Nusuk atau kartu identitas wajib bagi jemaah haji.
"Kartu Nusuk sekarang diberikan langsung di embarkasi, bukan lagi di Arab Saudi. Ini syarat mutlak untuk masuk ke Raudhah dan tempat suci lainnya.
Tanpa kartu ini, jemaah tidak bisa bergerak karena aturan Saudi sangat ketat," jelas Ansori.
Baca juga: 8 Jemaah Lampung Gagal Berangkat Haji, Keluarga Ditawari Pilih Tunggu atau Tarik Dana
Terkait logistik koper, ia mengakui ada sekitar 130-an koper dari maskapai Garuda yang belum terkirim.
Namun, pihaknya memastikan peralatan kebutuhan jemaah tersebut akan segera sampai sebelum keberangkatan kloter terakhir (Kloter 31) pada 17-18 Mei mendatang.
Untuk barang bawaan, Ansori mengingatkan para jemaah pria soal aturan rokok.
"Soal rokok ini kerap menjadi pertanyaan jemaah haji kita. Perlu diketahui, ya g diizinkan itu hanya membawa maksimal 200 batang rokok dan wajib memiliki pita cukai resmi," Jelasnya.
Ansori pun menjelaskan alur masuk jemaah menuju Asrama Haji yang akan diawali kloter pertama (JKG 7) pada 25 April 2026 mendatang.
"Saat datang di Asrama Haji Rajabasa, bus masuk melalui pintu Islamic Center, kemudian jemaah diarahkan ke Gedung Madinatul Hujjaj, untuk konsumsi dan pemeriksaan kesehatan akhir," kata dia.
Di asrama haji ini pula para jemaah bakal menerima uang living cost (uang saku) senilai 750 Real
Selain itu, para jemaah juga bakal menerima bantuan tali asih dari Pemprov Lampung senilai Rp 1 juta rupiah.
Setelah itu, jemaah akan menempati Gedung Multazam dan Grand Multazam dengan 100 kamar kapasitas 4 orang), serta sebagian ke Gedung Jabal Qubis.
Keesokan harinya, jemaah langsung melakukan X-ray dan menuju Bandara Radin Inten II untuk terbang ke Soekarno-Hatta (transit) sebelum menuju Saudi.
Sebelum berangkat menuju Bandara, para jemaah juga bakal dipastikan telah membawa paspor, tiket, dan perbekalan kesehatan.
"Kami sudah lakukan simulasi rigid bersama Angkasa Pura dan Dishub untuk menghitung waktu tempuh feeder Damri dari Rajabasa ke Branti agar tidak ada keterlambatan penerbangan internasional," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )