TRIBUN-BALI.COM - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kembali sebagai salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 April 2026 diikuti 1.275 peserta.
Para peserta ini tidak hanya memilih Undiksha sebagai tujuan studi. Adapula peserta yang mendaftar ke berbagai perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia.
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan pengawasan ketat. Peserta menjalani pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian dan dilarang membawa barang di luar ketentuan untuk menjaga integritas pelaksanaan tes. Selain itu, proses ujian juga mendapat pemantauan dari aparat penegak hukum.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Gede Rasben Dantes, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan telah dipersiapkan secara matang. Undiksha menyiapkan 10 laboratorium komputer untuk mendukung kelancaran ujian.
Baca juga: PERIKSA Tempat Hiburan Malam, Cek VCT & Screening TBC Rutin, 18 Kasus ODHA Ditemukan di Gilimanuk!
Baca juga: DUGAAN Perilaku Tak Senonoh Guru ke Siswa Tersebar Luas di Jembrana dalam Sebuah Pesan, Kini Dicek!
"Pengawas juga telah mendapatkan pembekalan agar pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional prosedur. Ini merupakan komitmen Undiksha untuk menyelenggarakan UTBK secara profesional dan transparan, guna menjaring calon mahasiswa berkualitas," tegasnya.
Dari sisi minat, Undiksha mencatat sebanyak 5.029 peserta mendaftar melalui jalur SNBT untuk melanjutkan pendidikan di jenjang diploma hingga sarjana. Sebelumnya, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Undiksha telah meluluskan 2.446 calon mahasiswa.
Beberapa program studi yang menjadi favorit di Undiksha antara lain Kedokteran, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Kebidanan, serta S1 Keperawatan. Selain prodi tersebut, Undiksha juga memiliki berbagai prodi yang bisa menjadi pilihan melanjutkan pendidikan tinggi. (mer)
Pelaksanaan UTBK-SNBT tahun 2026 di Undiksha semakin diperketat dengan penerapan inovasi verifikasi peserta berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Melalui Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK), Undiksha mengembangkan aplikasi VeriUTBK yang digunakan untuk mencocokkan wajah peserta dengan identitas resmi seperti KTP dan kartu ujian.
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Undiksha, I Ketut Resika Arthana, menjelaskan penggunaan teknologi ini sebagai langkah meminimalisasi praktik perjokian.
"Verifikasi melalui aplikasi ini hanya sebagai lapisan tambahan. Penerapannya masih terbatas dan dilakukan secara sampling, serta tidak mengganggu jalannya ujian," jelasnya.
Ia menegaskan, verifikasi manual oleh pengawas tetap menjadi tahapan utama. Teknologi AI hanya digunakan pada tahap awal verifikasi jika waktu memungkinkan.
Ke depan, data hasil verifikasi digital ini juga dirancang dapat dimanfaatkan hingga proses daftar ulang dan perkuliahan untuk memastikan konsistensi identitas mahasiswa. (mer)