TRIBUN-BALI.COM - Permasalahan sampah mulai mengkhawatirkan di Kabupaten Jembrana. Sampah kiriman ke TPA Peh Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana mencapai 40 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengakui, saat ini kiriman sampah organik ke TPA Peh mencapai sekitar 70 persen dari total sampah harian yang dikirim harian.
“Sekitar 30 sampai 40 ton (kiriman sampah organik ke TPA Peh),” sebutnya saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Dengan kondisi ini, kata dia, pihaknya harus melakukan langkah-langkah yang dibarengi dengan prilaku masyarakat.
Adalah dengan memilah sampah berbasis sumber atau memilah mulai dari rumah tangga masing-masing. Di sisi lain, pemerintah juga memproyeksikan mengurangi sampah organik ke TPA Peh. “Memang kita proyeksikan nantinya tpa secara bertahap mengurangi sampah organik ke TPA,” ungkapnya.
Baca juga: MISTERI Mayat Karang Pantai Gau Ungasan Terkuak! Padahal GFS Baru Saja Merantau dan Kerja di Bali
Baca juga: KASUS HIV Bertambah 2.039 Orang, Dinkes Catat 31 Persen Pasien dari Luar Bali
Dewa Ary menyebutkan, untuk menampung sampah organik yang telah terpilah, Pemkab Jembrana telah membuat kebijakan teba modern. Keberadaan teba ini dimulai dari lingkungan pemerintahan dan di rumah masing-masing Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada.
Selain itu, pemerintah juga berencana membuat kajian untuk sentra kompos. “Nah, untuk sentra kompos ini masih kita bahas skemanya seperti apa. Apakah di masing-masing kecamatan atau tersentralisasi,” ucapnya.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber kepada warga, Senin (20/4).
Sebab, kemajuan fisik daerah harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis masyarakat khususnya persoalan sampah.
Apalagi di Jembrana sampah organik yang dikirim ke TPA Peh setiap harinya mencapai sekitar 30-40 ton per hari. Pemerintah berencana bakal mengurangi kiriman sampah organik ke TPA secara bertahap.
Bupati Kembang mengajak warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari rumah tangga. Langkah ini sangat penting dilakukan untuk menunjang kemajuan fisik daerah. Mengingat harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis masyarakat khususnya persoalan sampah.
“Dengan memilah sampah dari sumbernya, kita tidak hanya menjaga kebersihan di wilayah masing-masing, tapi juga membantu keberlanjutan lingkungan di seluruh Kabupaten Jembrana,” tegasnya. (mpa)