PERNYATAAN Lengkap dr Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi: Tetap Berdiri, Tetap Melawan Tanpa Kompromi
Tommy Simatupang April 22, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Dokter Tifa menegaskan menolak untuk berdamai dengan Joko widodo. Dalam cuitannya di X, dr Tifa mengatakan bahwa tidak akan tunduk kepada siapa pun. 

Dia turut menyinggung perjuangan Kartini dalam cuitan. 

Dokter Tifa mengunggah pernyataan tepat pada Hari Kartini yang diperingati pada 21 April 2026.

Pernyataan itu diunggah dalam akun X pribadinya @DokterTifa dikutip TribunJakarta.com.

Berikut pernyataan dokter Tifa:

Banyak orang bicara emansipasi.
Banyak yang unggah foto berkebaya.
Banyak yang kutip nama Raden Ajeng Kartini.

 
Tapi izinkan saya bertanya satu hal:

Kalau Kartini hidup hari ini, dia akan diam atau melawan terhadap kepalsuan ijazah?

Kursi di ruang pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya itu, adalah batu uji sebuah keteguhan.

Di situlah dua orang termul, berinisial AA dan FA mendatangi saya di hari Kamis, 29 Januari 2026, tiga bulan lalu.

Mereka datang bukan membawa kebenaran. Tapi membawa opsi untuk menghentikan kebenaran.
Satu kata mereka dorong kepada saya: 

RJ. Restorative Justice.

RJ menjadi Bahasa halus dari satu kalimat:

“Sudahi saja. Jangan lanjut.”

Lalu mereka tambahkan tekanan:

“Salah satu dari RRT sudah tanda tangan, Dok. Inisial RHS. Masa Dokter tidak mau?"

Artinya?
Semua sudah diarahkan. Tinggal kamu ikut.

Di titik itu, di depan mereka, saya tidak sedang memilih sebagai individu.
Saya sedang memilih, apakah saya layak menyebut nama Kartini hari ini atau tidak.

Karena Kartini tidak lahir untuk kompromi. Kartini tidak menulis untuk tunduk. Kartini tidak berdiri untuk ikut arus.
Kartini melawan ketika sistem menekan.

Dan hari itu, di kursi itu, 
saya tahu satu hal:

Kalau saya tanda tangan RJ, maka saya bukan Kartini.
Saya hanya bagian dari rantai yang menghentikan kebenaran.

Jadi hari ini, 21 April, saya tidak memakai kebaya  untuk menghormati Kartini. Celana cargo dan sepatu boots kesukaan karena saya orang lapangan. Lari sana sini dengan cepat dari satu tempat ke tempat.

Saya cukup melakukan satu hal yang mudah-mudahan lebih bernilai: 
Saya menolak tunduk.

Dan hari ini saya memilih:
Tetap berdiri.
Tetap melawan.
Tanpa kompromi.

Tutup Peluang RJ

Sedangkan, Ketua Harian Tim Hukum Joko Widodo, Lechumanan menegaskan pihaknya sudah menutup peluang Restorative Justice bagi Roy Suryo dan dokter Tifa.

Diketahui, tersangka yang tersisa dalam klaster kedua adalah Roy dan Dokter Tifa. Kemudian klaster pertama ada Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Meski para ketiga tersangka yang mengajukan RJ resmi menghirup udara bebas secara hukum, Roy tetap teguh pada pendiriannya tidak akan pernah mengajukan RJ kepada Jokowi.

Lechu pun menegaskan bahwa saat ini sudah tidak ada kesempatan RJ lagi bagi Roy Suryo dan Dokter Tifa, begitu pun tersangka lainnya yang masih tersisa.

"Terkait dengan RJ untuk tersangka yang lainnya, saat ini kita sudah tidak lagi memberikan RJ. Karena kenapa? Terkait dengan maaf-memaafkan ini kan menurut Pak Jokowi adalah urusan pribadi ya kan," ungkapnya, Selasa (21/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Jokowi, kata Lechu, menginginkan kasus ini berjalan dengan semestinya dan sampai ke pengadilan untuk membuktikan bahwa ijazah eks presiden itu asli.

Oleh karena itu, Lechu mengatakan bahwa Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak perlu lagi datang ke Solo untuk menemui Jokowi meminta RJ.

"Dua lagi saya rasa udah enggak perlu lagi sowan ke Solo," ujar Lechu.

Lechu mengatakan bahwa Roy masih berusaha membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu, padahal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sendiri sudah menyatakan bahwa ijazah Jokowi itu merupakan produk terbitan mereka.

"Institusi UGM saja sudah menyampaikan bahwa ijazah tersebut adalah valid, benar produk mereka. Pak Jokowi juga pernah berkuliah di sana, kemudian disampaikan juga oleh teman-teman selaku saksi yang diperiksa oleh Polda Metro Jaya, itu juga menyampaikan memang pernah berkuliah bareng-bareng sama Pak Jokowi," paparnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian RJ terhadap Rismon, Lechu mengatakan bahwa Jokowi tidak menutup pintu maaf bagi tersangka yang ingin mengakui kesalahan dan meminta maaf kepadanya.

Padahal, sebelum Rismon memutuskan untuk meminta RJ, Jokowi sudah menyatakan bahwa dirinya menutup pintu RJ untuk tiga tersangka, yakni Roy, Rismon, dan Dokter Tifa.

"Ketika ada beberapa orang yang kemudian sudah mengakui perbuatannya kemudian datang sowan ke Solo, ya artinya Pak Jokowi ini kan seorang negarawan ya kan," ucapnya dikutip dari Tribunnews.com.

Roy Suryo Tak Akan ke Solo

Dalam kesempatan yang sama, Roy menegaskan bahwa dirinya tidak akan datang ke Solo dan meminta RJ tersebut.

"Ngapain (sowan ke Solo)? Buktikan dulu bahwa dia punya yang namanya, yang disebut-sebut sebagai ijazah itu adalah asli. Ini jelas 99,9 persen palsu kok," tegasnya.

Jika dari UGM memang menyatakan Jokowi asli, Roy menantang kampus bergengsi itu untuk menggelar konferensi pers dan membuktikan bahwa ijazah Jokowi asli.

"Kalau UGM katakanlah mau meyakini ini (asli), buktikan konferensi pers mereka dan buktikan apakah benar ijazah yang sekarang dipegang oleh Jokowi itu, dulu ijazah yang dicetak oleh UGM pada bulan November tahun 85."

"Saya sangat yakin tidak. Jadi sekali lagi kalau soal sowan, enggak akan kami sowan," terang Roy.

(*/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.