Komplotan Maling Pis Bolong Diringkus Polisi, Sasar Pura di Denpasar, 6 Pelaku Asal dari Probolinggo
Anak Agung Seri Kusniarti April 21, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan dan Jatanras Polresta Denpasar berhasil meringkus komplotan spesialis pencurian di tempat ibadah agama Hindu (Pura). 

Enam orang pelaku pria asal Probolinggo, Jawa Timur, dibekuk petugas saat berusaha melarikan diri menuju Pelabuhan Gilimanuk setelah menggasak ribuan uang kepeng kuno di Pura Desa Adat Penyaringan, Sanur Kauh.

Peristiwa ini terungkap bermula dari laporan warga sekaligus pengempon pura, Komang Hendra Gunawan (40), pada Kamis 26 Februari 2026 sore. 

Baca juga: DBD dan Leptospirosis Jadi Ancaman Serius, Dinkes Badung Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan 

Baca juga: KASUS HIV Bertambah 2.039 Orang, Dinkes Catat 31 Persen Pasien dari Luar Bali 

Saat mendatangi Pura Desa Adat Penyaringan di Jalan Penyaringan, Sanur Kauh, sekitar pukul 14.00 Wita, pelapor terkejut melihat pintu rak kaca tempat penyimpanan alat upakara di dalam gudang pura dalam keadaan rusak.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan bersama warga, diketahui ribuan benda sakral milik pura telah raib. 

Barang yang hilang meliputi 1.350 buah uang kepeng kuno (uang kepeng jepun) yang terdiri dari 1.200 keping dalam bentuk satu bidang tapis-tapis, 150 keping dalam bentuk lamak salang, serta sejumlah bokor yang terbuat dari klaka. 

"Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 16.000.000," jelas Iptu Gede Adi, pada Selasa (21/4). 

Berdasarkan laporan resmi dengan nomor LP-B/26/II/2026/SPKT/POLSEK DENSEL, tim gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dari petunjuk yang ditemukan, petugas mencurigai modus operandi para pelaku identik dengan beberapa kasus pencurian pura lainnya di wilayah hukum Denpasar. Penyelidikan intensif yang dipimpin Kanit Reskrim dan Panit Opsnal Polsek Denpasar Selatan membuahkan hasil. 

Polisi mengendus keberadaan komplotan yang berjumlah lebih dari satu orang ini sedang bergerak menuju arah keluar Bali. Dengan bantuan personel KP3 Gilimanuk, petugas akhirnya berhasil mencegat dan mengamankan dua pelaku utama, yakni Torinam alias TO (40) dan Anam alias AN (39).

Pengembangan di lapangan kemudian menyeret empat rekan lainnya, yakni CAP (34), JU (35), AH (38), dan AB (31). Keenam pria yang semuanya berasal dari Probolinggo ini tak berkutik saat diringkus petugas. 

Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti kuat, di antaranya 70 keping uang bolong (pis bolong) sisa hasil curian yang hendak dijual.

Kemudian, satu buah tang yang digunakan untuk merusak tempat penyimpanan, dua buah bokor slake, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega berwarna biru yang digunakan sebagai sarana aksi. (ian)

Sasar Berbagai Pura 

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil interogasi, komplotan ini merupakan pemain (spesialis, red-) lintas wilayah yang memang menyasar tempat suci. Mereka sengaja beraksi pada malam hari untuk menghindari pantauan warga.

"Para pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian tersebut secara bersama-sama," ucapnya. 

"Tidak hanya di satu lokasi, mereka juga membeberkan telah menyasar berbagai pura di wilayah lain di Bali," sambung Kasi Humas. 

Saat ini, para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Denpasar Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut dan pendalaman terkait TKP lainnya. (ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.