Peringati Hari Kartini, Ibu-ibu di Magelang Dilatih Padamkan Api, Upaya Pencegahan Kebakaran
Yoseph Hary W April 22, 2026 12:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Peringati Hari Kartini, Ibu-ibu yang tergabung dalam anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Tim Penggerak PKK kelurahan se-Kota Magelang dilatih untuk mengantisipasi ancaman sejak dini di UPT Pemadam Kebakaran Kota Magelang, Selasa (21/04/2026) siang. 

Para peserta pun mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung menghadapi situasi kebakaran skala ringan.

Hadapi risiko kebakaran

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya membangun budaya siaga di tengah masyarakat, dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

“Ini langkah konkret membentuk masyarakat yang tanggap dan siap menghadapi risiko kebakaran, mengingat banyak kasus kebakaran dipicu oleh kelalaian sederhana, seperti lupa mematikan kompor, instalasi listrik yang tidak layak, hingga penggunaan colokan listrik berlebihan. Hal-hal kecil tersebut, jika diabaikan, dapat berujung pada bencana besar," jelas Damar.

Menurutnya, pencegahan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya respons cepat saat kebakaran terjadi, seperti tetap tenang, mengutamakan keselamatan jiwa, serta segera melapor kepada warga sekitar dan petugas pemadam.

“Mulailah dari kebiasaan sederhana, pastikan instalasi listrik aman, gunakan kompor dan tabung gas dengan benar, dan jangan tinggalkan rumah saat sumber api masih menyala tanpa pengawasan,” tegasnya.

Jadi agen edukasi

Lebih jauh, Damar mendorong peserta agar menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menyebar luas ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Magelang, O.T. Rostrianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan awal kebakaran.

“LPM dan TP PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak di lingkungan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam edukasi dan respons awal kebakaran,” ungkapnya.

Usai sesi materi, peserta diajak praktik langsung memadamkan api, termasuk simulasi kebakaran pada kompor dan tabung elpiji dengan menggunakan peralatan sederhana yang aman.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan hibah kepada RW 10 Rejowinangun Utara berupa tujuh unit selang pemadam jenis fire hose rubber ukuran 2 inci sepanjang 30 meter senilai Rp14,9 juta. Bantuan ini diharapkan memperkuat kesiapan sarana prasarana masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan permukiman.

Melalui edukasi, simulasi, dan dukungan peralatan, Pemerintah Kota Magelang terus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih waspada karena kebakaran bisa dicegah, dimulai dari hal kecil di sekitar. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.